Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Jokowi: Jika Penanganan Covid-19 Baik, Ekonomi akan Membaik

Senin 07 Sep 2020 11:09 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar fokus dan memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin tinggi jumlah kasusnya. Ia mengatakan, penanganan Covid-19 menjadi kunci utama agar Indonesia bisa kembali pulih baik di sektor kesehatan dan ekonominya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar fokus dan memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin tinggi jumlah kasusnya. Ia mengatakan, penanganan Covid-19 menjadi kunci utama agar Indonesia bisa kembali pulih baik di sektor kesehatan dan ekonominya.

Foto: AP/Dita Alangkara
Penanganan Covid-19 jadi kunci utama pemulihan ekonomi dan kesehatan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar fokus dan memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin tinggi jumlah kasusnya. Ia mengatakan, penanganan Covid-19 menjadi kunci utama agar Indonesia bisa kembali pulih baik di sektor kesehatan dan ekonominya.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi untuk penguatan reformasi tahun 2021 di Istana Negara, Senin (7/9).

Baca Juga

“Fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, penanganan Covid-19. Karena memang kuncinya ada di sini sehingga sekali lagi, saya ingin perintahkan jajaran komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, Menkes, TNI Polri betul-betul agar yang berkaitan dengan urusan penanganan Covid-19 itu betul-betul menjadi fokus kita,” jelas Jokowi.

Jokowi menyampaikan, kunci agar ekonomi nasional saat ini bisa kembali bangkit yakni dengan mengutamakan penanganan masalah kesehatan. Jika sektor kesehatan membaik, kata dia, maka kondisi ekonomi pun juga akan ikut membaik.

“Ekonomi akan mengikuti, sekali lagi kalau penanganan Covid-19 baik, kalau kesehatan baik, ekonominya juga akan membaik,” ucap dia.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan yang lebih luas, presiden meminta agar jajarannya mewaspadai adanya klaster baru seperti klaster pilkada. Selain itu, klaster perkantoran dan juga kluster keluarga juga harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA