Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

DPR RI : Waspadai Agenda Militer Negara Lain

Senin 07 Sep 2020 09:18 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Hiru Muhammad

Kapal keruk Cina terlihat di perairan sekitar Karang Mischief di Kepulauan Spartly, Laut Cina Selatan. Cina diduga sedang membangun landasan udara ketiga.

Kapal keruk Cina terlihat di perairan sekitar Karang Mischief di Kepulauan Spartly, Laut Cina Selatan. Cina diduga sedang membangun landasan udara ketiga.

Foto: reuters
Wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis militer negara manapun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah untuk waspada terhadap rencana-rencana militer dari negara lain terhadap Indonesia. Salah satunya adalah kabar bahwa China akan membangun pangkalan militernya di sini.

"Info tersebut paling tidak memberi kita peringatan akan adanya agenda dan operasi dari negeri Tiongkok dan boleh jadi Amerika terhadap negeri-negeri yang disebut, terutama Indonesia. Ini yang harus diwaspadai," ujar Sukamta lewat keterangan tertulisnya, Ahad (6/9).

Ia juga meminta agar pemerintah menjaga sikap bebas aktif secara politik. Supaya secara ekonomi tetap mandiri tidak berhutang budi terhadap negara manapun."Kalau hutang budi terlalu banyak pasti akan sulit menghadapi tekanan bila saatnya mereka menagih kepada Indonesia," ujar Sukamta.

Tak lupa ia mengapresiasi sikap Kementerian Luar Negeri, yang secara tegas menyatakan bahwa pangkalan militer negara manapun tak boleh dibangun di Indonesia. "Kita minta pemerintah terus konsisten agar tidak condong terhadap tarikan negara-negara besar," ujar Sukamta.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan, pemerintah telah membaca laporan yang menyebut China akan membangun fasilitas logistik militer di Indonesia, Jumat (4/9). Dia menegaskan, menyangkal isi laporan yang berasal dari Pentagon tersebut.

Retno menyatakan, wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun. Hal ini sesuai dengan  garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia.

"Saya ulangi wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara manapun," ujar Retno dalam temu media secara virtual merujuk pada laporan berjudul Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2020.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA