Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Panen Padi di Indramayu, SYL: Stok Beras Melimpah 

Ahad 06 Sep 2020 16:13 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Agus Yulianto

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen padi di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Hautgeulis, Kabupaten Indramayu, Sabtu (5/9).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen padi di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Hautgeulis, Kabupaten Indramayu, Sabtu (5/9).

Foto: Dok Kementan
Produksi beras di masa pandemi tidak terganggu demi menjaga ketahanan pangan nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen padi di Kabupaten Indramayu, Sabtu (6/9). Pihaknya memastikan kegiatan produksi beras di masa pandemi tidak terganggu demi menjaga ketahanan pangan nasional.

"Indramayu adalah pertanian percontohan yang ada dan terbaik di seluruh Indonesia.  Produksi pangan harus tetap terjaga walau dihadapkan pada tantangan apapun," kata Syahrul dalam keterangan resminya, Ahad (6/9).

Dia menegaskan, sektor pertanian saat ini menjadi penopang perekonomian Indonesia. Sesuai data BPS pada kuartal II angka PDB sektor pertanian mencapai 16,4 persen sehingga menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja khususnya dimasa pandemi Covid-19.

"Besok perdagangan yang terbuka adalah pertanian artinya sektor pertanian juga membuka lapangan kerja sehingga siapa saja yang mau berkeringat, siapa saja yang mau dapat uang maka turun ke lapangan. Kerja di pertanian sangat terbuka," ujarnya.

Syahrul menjelaskan, ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam sektor pertanian diantaranya sistem irigasi, varietas bibit unggul yang digunakan, kecukupan pupuk serta SDM petani yang mau bekerja di sawah.

Untuk membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern, Kementan membentuk korporasi pertanian yang ditunjang oleh fasilitas permodalan atau dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan dan off-taker yang menjamin harga panen yang menguntungkan petani.

"Jaga yang ada disini. Menghadapi situasi ekonomi dunia yang melemah mudah-mudahan Indonesia tetap bangkit makin membaik karena ada pertanian yang menopangnya dan Indramayu termasuk yang cukup bagus ini. Kepada para perbankan saya harap support KUR untuk petani. Jangan ragu," cetusnya.

Pelaksana Tugas Bupati Indramayu, Taufik Hidayat menilai, upaya Kementan sangat berdampak terhadap peningkatan produksi dan mempertahankan Indramayu sebagai kabupaten tertinggi produksi besar.

"Saat ini, sebagian lahan sawah di Kabupaten Indramayu sedang menghadapi pertanaman musim tanam kedua dan sebagian wilayah sudah panen," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini Kabupaten Indramayu sedang melakukan penyesuaian e-RDKK sehingga kebutuhan petani untuk pupuk pada musim tanam kedua ini terselesaikan.

Taufik menyebutkan lahan sawah di Indramayu seluas 117.686 hektare. Lahan pertanian padi merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Indramayu dan juga merupakan komoditas unggulan nasional tingkat produksi padi Kabupaten Indramayu rata-rata dalam 5 tahun terakhir yaitu 1,5 juta ton gabah kering.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA