Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Menhan India dan China Lakukan Pertemuan di Moskow

Ahad 06 Sep 2020 05:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Jejak perang mematikan China versus India.

Jejak perang mematikan China versus India.

Foto: New York Times
Kedua pihak berusaha untuk menurunkan ketegangan di sepanjang perbatasan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Menteri Pertahanan dari India dan China telah bertemu di ibu kota Rusia, Moskow, Jumat (4/9). Kedua belah pihak berusaha untuk menurunkan ketegangan di sepanjang perbatasan yang disengketakan di wilayah timur Ladakh, tempat bentrokan menewaskan 20 tentara India pada Juni lalu.

Pertemuan Jenderal China, Wei Fenghe, dan Rajnath Singh dari India ini mencoba mengatasi situasi dengan bertanggung jawab. Sighn menyatakan, tidak perlu ada kelanjutan dari perselisihan yang dapat memperumit situasi atau meningkatkan masalah di daerah perbatasan.

Melalui pernyataan Kementerian Pertahanan India, Singh mengatakan pengumpulan sejumlah besar pasukan China adalah perilaku agresif. Langkah ini adalah upaya untuk mengubah status quo secara sepihak.

Pertemuan kedua menteri ini adalah kontak langsung tingkat tinggi pertama antara India dan Cina sejak kebuntuan meletus beberapa bulan lalu di pegunungan Karakorum. Para Menteri Luar Negeri dan pejabat lain dari kedua negara telah berbicara melalui telepon sejak kebuntuan dimulai pada Mei.

Kedua menteri bertemu di sela-sela pertemuan dengan kepala pertahanan Organisasi Kerjasama Shanghai. Badan tersebut terdiri dari China, India, Pakistan, Rusia, Kazakhstan, Krgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan, pertemuan itu dilakukan atas permintaan Menteri Pertahanan China. "Perdamaian dan keamanan di kawasan itu menuntut iklim kepercayaan, non-agresi, penyelesaian perbedaan secara damai dan penghormatan terhadap aturan internasional," kata Singh pada pertemuan itu.

Sedangkan Kementerian Pertahanan China menyatakan, Wei mengatakan kepada Singh bahwa pihaknya harus mendinginkan situasi dan menjaga perdamaian dan ketenangan. Namun, dia menekankan tanggung jawab atas ketegangan sepenuhnya terletak pada India.  "Tidak satu inci pun wilayah Cina bisa hilang," kata Kementerian Pertahanan melalui situs resminya.

Perbatasan sepanjang 3.500 kilometer yang disengketakan antara dua negara terpadat di dunia membentang dari wilayah Ladakh di utara hingga negara bagian Sikkim di India.  Kedua belah pihak menuduh satu sama lain melakukan perilaku provokatif. China dan India telah bersumpah untuk melindungi integritas wilayah masing-masing.

Panglima militer India, Jenderal M.M. Naravane, mengunjungi wilayah itu pada 2-3 September. Dia bertemu dengan tentara yang dikerahkan di medan sulit di atas 4.300 meter.  India mengatakan tentaranya menggagalkan gerakan militer China akhir pekan lalu. Sedangkan China menuduh pasukan India melewati garis kendali.

Kedua negara itu berperang di perbatasan pada 1962 yang meluas ke Ladakh dan berakhir dengan gencatan senjata.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA