Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Ibu Hamil di Gorontalo Meninggal di Rumah dengan Ciri Covid

Ahad 06 Sep 2020 03:45 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Rapid test ibu hamil tersebut menunjukkan reaktif.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO  -- Seorang ibu hamil di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, dinyatakan reaktif tes cepat (rapid test) Covid-19, berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas Dambalo, Kecamatan Tomilito. Ibu hamil itu dilaporkan meninggal dunia.

"Yang bersangkutan alias SP (22) berasal dari Desa Bolango Raya, dengan usia kehamilan 31 minggu untuk kehamilan pertama," ucap Kepala Puskesmas Dambalo Rahmatia Manasa, di Gorontalo, Sabtu.

Baca Juga

Pasien tidak diizinkan pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan manapun. Namun pasien menunjukkan gejala khas Covid-19. "Hanya saja kami tidak melakukan tes usap (swab test)," ucapnya.

Gejala yang ditunjukkan yaitu sesak nafas. Selain itu juga hilang sensasi pengecapan (rasa), badan menjadi lemas. Bahkan pada beberapa kasus, kata Rahmatian, disertai serangan diare. "Setiap ibu hamil yang datang memeriksakan kondisinya di puskesmas ini, pasti melewati tahapan tes cepat," ucapnya.

Menurutnya. SP dengan usia kehamilan 31 minggu, belum saatnya melahirkan. "Penolakan perawatan di fasilitas kesehatan oleh ibu kandungnya, menyebabkan SP meninggal dunia di rumah," katanya menambahkan.

Rahmatia berharap, masyarakat tidak didera rasa ketakutan yang terlalu tinggi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya perawatan inap di fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit. "Jangan meremehkan virus Corona yang masih mengancam kehidupan kita, serta jangan bersikap acuh tak acuh," ucapnya.

Untuk kasus SP katanya, memang belum melalui pemeriksaan tes usap (swab test), namun perlu ada langkah antisipatif sehingga diperlukan perawatan khusus di rumah sakit. "Kami sudah berupaya penuh, hanya saja penolakan tersebut dilakukan pihak keluarga. Kondisi ini diharapkan tidak terjadi untuk kasus lainnya," tambahnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA