Sabtu 05 Sep 2020 11:28 WIB

Merosot, Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Ke-4 di Indonesia

Merosot, Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Ke-4 di Indonesia

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Merosot, Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Ke-4 di Indonesia. (FOTO: Istimewa)
Merosot, Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Ke-4 di Indonesia. (FOTO: Istimewa)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Kekayaan Prajogo Pangestu turun signifikan akibat saham perusahaan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun dalam tiga bulan terakhir. Prajogo memiliki 72,15 persen saham BRPT. Kini, kekayaannya jadi USD5 miliar (Rp73,5 triliun), menurut catatan Forbes.

Prajogo harus rela memberikan posisinya sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia kepada Sri Prakash Lohia yang memiliki kekayaan USD5,2 miliar (Rp76 triliun).

Baca Juga: Perusahaan Milik Konglomerat Prajogo Kantongi Dana Segar Rp1 T

Meski demikian sebenarnya Sri Prakash juga mengalami penurunan kekayaan. Hal ini lantaran pada 24 Juli 2020, ia memiliki kekayaan senilai USD5,4 miliar (Rp79,8 triliun). Namun, penurunan kekayaannya tidak sedalam Prajogo.

Hal berbeda terjadi dari kekayaan duo Djarum yang berada di urutan pertama dan kedua sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaan Hartono bersaudara ini justru meningkat, sejalan dengan kenaikan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Saat ini harta Robert Budi Hartono mencapai USD18,9 miliar (Rp277,8 triliun) sementara Michael Bambang Hartono memiliki kekayaan sebesar USD18,1 miliar (Rp266 triliun).

Prayogo Pangestu merupakan pria kelahiran Kebumen, 13 Mei 1944. Bisnisnya berawal di akhir 70-an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific. Operasi pemotongan kayu miliknya saat ini jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen polypropylene terbesar di Indonesia.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement