Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Messi Putuskan Bertahan di Barcelona Meski Berat Hati

Sabtu 05 Sep 2020 03:38 WIB

Red: Israr Itah

 Lionel Messi memutuskan bertahan di Barcelona semusim lagi.

Lionel Messi memutuskan bertahan di Barcelona semusim lagi.

Foto: EPA-EFE/JUANJO MARTIN
Messi kecewa presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu menahannya pergi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konflik Lionel Messi dengan Barcelona perihal kontraknya berakhir. Messi memutuskan bertahan di Camp Nou meskipun merasa berat hati. Ia mengaku kecewa Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu tak menepati janjinya membiarkannya pergi pada akhir musim. Messi sadar tak mungkin ada klub yang bersedia menebus klausul pelepasan sebesar 700 juta euro agara dia bisa pergi meninggalkan Barcelona. Untuk itu, jalan terbaik menurutnya tetap bertahan di Camp Nou.

Alasan lain yang dikemukakan Messi adalah reaksi anaknya. Buah hatinya, kata Messi, menangis saat ia memberi tahu ingin pergi dari Barcelona. “Ketika saya mengomunikasikan keinginan saya untuk pergi kepada istri dan anak-anak saya, itu drama yang brutal. Seluruh keluarga mulai menangis, anak-anak saya tidak ingin meninggalkan Barcelona, ​​juga tidak ingin pindah sekolah," kata Messi dalam wawancara dengan Goal, Jumat (4/9).

Menurut Messi, ia masih ingin mengecap gelar juara di level tertinggi, memenangkan gelar Liga Champions. Ia menerima kenyataan tim yang dibelanya bisa menang atau kalah di dalamnya, karena persaingan di Liga Champions sangat sulit. Namun, Messi menegaskan tim yang dibelanya haruslah bisa bersaing. Ia tak melihat kemungkinan itu di Barcelona saat ini.

“Setidaknya bersainglah dan jangan sampai kami berantakan di Roma, Liverpool, Lisbon. Semua itu membuat saya berpikir tentang keputusan yang ingin saya lakukan," kata Messi mengungkap kembali kegagalan timnya secara tragis dalam beberapa musim terakhir di Liga Champions.

Keinginan menjalani suasana dan tantangan baru itu, klaim Messi, digagalkan oleh Bartomeu. Menurut Messi, sang presiden telah mengingkari janjinya untuk pergi pada akhir musim 2019/20.

"Saya pikir dan yakin saya bebas untuk pergi, presiden selalu mengatakan bahwa di akhir musim saya bisa memutuskan apakah saya bertahan atau tidak. Sekarang mereka berpegang teguh pada fakta bahwa saya tidak mengatakannya sebelum 10 Juni, ketika ternyata pada 10 Juni kami bersaing untuk La Liga di tengah-tengah virus corona yang mengerikan ini dan penyakit ini berubah sepanjang musim," kata Messi.

Menurut dia, mengatakan ingin keluar pada 10 Juni bukanlah waktu yang tepat. Saat itu Barcelona masih berjuang di La Liga dan masih punya kesempatan di Liga Champions.

“Dan inilah alasan mengapa saya akan terus di klub. Sekarang saya akan terus di klub karena presiden mengatakan kepada saya bahwa satu-satunya cara untuk pergi adalah dengan membayar klausul 700 juta euro (Rp 12 triliun), dan ini tidak mungkin,” kata dia.

Masih ada satu jalan keluar jika Messi ingin pergi, yakni membawa Barcelona ke pengadilan. Tapi pemenang Ballon d'Or enam kali itu menolak dan memilih tetap di klub selama 10 bulan lagi.

"Saya tidak akan pernah pergi ke pengadilan melawan Barca karena klub yang saya cintai, yang memberi saya segalanya sejak saya tiba.

Ini klub dalam hidup saya, saya hidup di sini. Barca memberi saya segalanya dan saya memberikannya segalanya. Saya tahu bahwa tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk membawa Barca ke pengadilan,” kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA