Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

PKB Batalkan Koalisi dengan PDIP di Pilgub Sumbar

Jumat 04 Sep 2020 17:48 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

DPP PKB menyerahkan berkas B1KWK terhadap pasangan calon Fakhrizal-Genius. PKB diduga batal berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Sumbar.

DPP PKB menyerahkan berkas B1KWK terhadap pasangan calon Fakhrizal-Genius. PKB diduga batal berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Sumbar.

Foto: dok. Istimewa
PKB mengalihkan dukungannya kepada pasangan calon Fakhrizal-Genius Umar.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membatalkan dukungannya kepada Mulyadi-Ali Mukhni yang diusung oleh PDIP, Partai Demokrat, dan PAN di pemilihan gubernur (Pilgub) Sumatera Barat. Partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu mengalihkan dukungannya kepada pasangan calon Fakhrizal-Genius Umar.

Dalam surat keputusan bernomor 4034/DPP/01/IX/2020, tertulis bahwa DPP PKB memberikan persetujuan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fakhrizal-Genius Umar. “Demikian keputusan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya,” tertulis dalam surat yang ditandatangani pada 3 September 2020.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar di atas materai 6000. Selain itu, juga terdapat tanda tangan dari Sekretaris Jenderal PKB M Hasanuddin Wahid.

Meski begitu, pengurus DPP PKB hingga saat ini belum ada yang dapat dikonfirmasi perihal kebenaran surat keputusan untuk Pilgub Sumatera Barat tersebut. Walaupun foto penyerahan dukungan terhadap Fakhrizal-Genius telah diunggah oleh DPW PKB Sumatera Barat di akun Twitter-nya.



Jika PKB mendukung Fakhrizal-Genius, mereka akan berkoalisi dengan Partai Golkar dan Nasdem. Ketiga partai telah memenuhi syarat untuk mengusung calon kepala daerah, di mana Golkar memiliki 8 kursi, Nasdem dan PKB 3 kursi di DPRD Sumatera Barat.

Diketahui, PKB sebelumnya berkoalisi dengan PDIP, Demokrat, dan PAN mengusung Mulyadi-Ali Mukhni. Namun, pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani menimbulkan polemik.

Ia sempat berbicara terkait sikap politik publik di Sumatera Barat. Hal tersebut lantas dinilai telah menyinggung masyarakat yang tinggal atau berasal dari wilayah tersebut.

Saat mengumumkan rekomendasi calon kepala daerah Sumbar, Puan berharap agar provinsi tersebut mendukung negara Pancasila. Kendati, Puan tidak menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya itu. Adapun dalam Pilkada Sumbar, PDIP mendukung pasangan Mulyadi-Ali Mugni.

"Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Mulyadi dan Ali Mukhni. Semoga Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila," ujar Puan.

photo
Kontroversi Pilkada di tengah pandemi Covid-19. - (Berbagai sumber/Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA