Jumat 04 Sep 2020 16:10 WIB

PT Angkasa Pura II dan BP2MI Siapkan Layanan VIP Bagi Migran

Pekerja migran adalah pahlawan devisa sudah sepantasnya mendapat dukungan penuh

PT Angkasa Pura II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ((BP2MI) pada hari ini, Jumat 4 September 2020, menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Pelayanan Keberangkatan dan Kepulangan Bagi Pekerja Migran Indonesia.
Foto: istimewa
PT Angkasa Pura II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ((BP2MI) pada hari ini, Jumat 4 September 2020, menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Pelayanan Keberangkatan dan Kepulangan Bagi Pekerja Migran Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Angkasa Pura II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ((BP2MI) pada hari ini, Jumat 4 September 2020, menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Pelayanan Keberangkatan dan Kepulangan Bagi Pekerja Migran Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, sebagai langkah awal bagi kedua pihak untuk kemudian bekerja sama dalam menyediakan fasilitas khusus bagi pekerja migran. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia di bandara bandara perseroan.

“Menindaklanjuti arahan Presiden dan Menteri BUMN, ini merupakan inisiatif bersama PT Angkasa Pura II dan BP2MI untuk menyediakan pelayanan khusus di bandara bagi pekerja migran Indonesia.”

“Fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia akan tersedia di bandara-bandara PT Angkasa Pura II, khususnya yang menjadi kantong kantong keberangkatan dan kepulangan pekerja migran seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa, sudah sepatutnya kami memberikan dukungan penuh di bandara bagi para pekerja migran,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Muhammad Awaluddin menuturkan fasilitas khusus yang akan dibahas sejalan dengan telah ditandatangani MoU adalah:

1. Fasilitas jalur khusus dalam rangka memberikan kelancaran kepulangan dan keberangkatan pekerja imigran.

2. Fasilitas counter help desk untuk membantu penyediaan informasi bagi pekerja migran Indonesia.

3. Lounge bagi pekerja migran area Terminal Internasional. 

4. Tempat pemasaran atau display/expose bagi produk produk UMKM dari para pekerja migran. 

5. Promosi dan sosialisasi melalui media digital untuk program pelayanan dan pelindungan bagi pekerja migran.“Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder lain di bandara seperti Imigrasi, Balai Karantina dan Bea Cukai untuk menghadirkan fasilitas khusus tersebut. Di samping lima fasilitas tersebut, PT Angkasa Pura II dan BP2MI juga akan membahas lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya fasilitas-fasilitas lain bagi pekerja migran selama berada di bandara,” jelas Muhammad Awaluddin.

Di tempat yang sama, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pekerja migran Indonesia adalah pahlawan yang telah menyumbangkan devisa dalam bentuk remittance hingga mencapai Rp159 triliun pada 2019. 

“Sehingga layak para pekerja migran Indonesia diperlakukan sebagai warga negara dengan layanan VIP. Layanan khusus ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang bersifat VIP.”

“Terima kasih Presiden Jokowi, Terima kasih Menteri BUMN, terima kasih PT Angkasa Pura II. Fasilitas khusus ini kami harapkan tidak hanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tetapi juga bisa di kantong kantong keberangkatan dan kedatangan lainnya seperti di Bandara Kualanamu, Bandara Kertajati dan bandara internasional lainnya,” jelas Benny Rhamdani.

Lebih lanjut, BP2MI mengapresiasi PT Angkasa Pura II yang juga akan menyediakan area pameran/pemasaran di area terminal penumpang bagi produk-produk hasil dari pekerja migran Indonesia yang kini sudah dapat membuka lapangan usaha. 

Adapun bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II saat ini adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Kertajati, Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang) dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu). 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement