Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Wahdah Islamiyah Kutuk Penistaan Alquran

Jumat 04 Sep 2020 13:57 WIB

Red: Ani Nursalikah

Wahdah Islamiyah Kutuk Penistaan Alquran. Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin

Wahdah Islamiyah Kutuk Penistaan Alquran. Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin

Foto: Darmawan / Republika
Umat Islam diminta idak melakukan kekerasan terkait penistaan Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ormas Wahdah Islamiyah mengutuk penistaan Alquran di kawasan Skandinavia (Denmark, Swedia, dan Norwegia) karena menggambarkan kebencian kepada Muslimin.

"Mengutuk keras aksi yang tidak beradab berupa penistaan Alquran dan Islam yang diekspresikan dengan kebencian," kata Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/9).

Baca Juga

Ia mengimbau umat Islam mempersiapkan segala kemungkinan atas dampak dari aksi penistaan tersebut. Seiring dengan itu, dia mengajak umat Islam menahan diri agar menunjukkan akhlak yang baik dan tidak melakukan tindakan kekerasan sembari menyerukan protes terhadap penistaan agama.

Wahdah Islamiyah juga menuntut pemerintah Indonesia melakukan tindakan tegas melalui jalur diplomatik lewat para duta besar tiga negara tersebut yang berada di Indonesia. Bagi umat Islam di Indonesia, agar tidak ikut memperkeruh suasana dengan mengembangkan narasi pembelaan terhadap penistaan Alquran karena dapat memecah belah kesatuan Muslimin.

photo
Pembakaran alquran di Malmo, Swedia memicu terjadinya kerusuhan. - (EPA)
Melalui momentum insiden di Skandinavia, Zaitun mengingatkan umat Islam meningkatkan semangat mencintai Alquran dengan menggiatkan semua amal usaha pembelajaran kitab suci Muslimin tersebut. Ia juga menyerukan umat Islam semakin gencar mendakwahkan kemuliaan Islam dan Alquran seluas mungkin kepada umat manusia dengan berbagai fasilitas informasi dan komunikasi yang ada.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA