Jumat 04 Sep 2020 06:35 WIB

Wakapolri: Masker Harus Jadi Gaya Hidup Baru

Kesadaran dalam diri untuk menggunakan masker adalah hal yang paling penting

Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono (kanan)
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berharap penggunaan masker menjadi gaya hidup baru masyarakat untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan Covid-19.

"Saya mengimbau ya teman-teman, gunakan masker. Pak Presiden menyampaikan ayo pakai masker, masker, masker. Saya selalu katakan itu sebagai gaya hidup dan menjadi budaya baru kita. Kalau teman-teman ketinggalan ponsel pasti bingung pulang ambil, ya kan. Sama seperti masker," ujarnya di sela pemberangkatan Satgas Penegakan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 di Mapolda Jatim, Kamis (3/9)

Gatot mengungkapkan kunjungannya ke Jatim juga untuk membagikan sebanyak 1,5 juta masker kepada masyarakat bersama TNI dan Satpol PP.

"Tentunya semua bergerak, tidak hanya polisi. Semuanya terlibat, seluruh komponen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kemudian komunitas-komunitas," ucapnya.

Kepada anggota Polri, Gatot berpesan agar tidak lelah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker. Karena, kata dia, virus tidak pandang bulu dan bisa menyerang siapa saja. Menurutnya, kesadaran dalam diri untuk menggunakan masker adalah hal yang paling penting dibangun untuk memulihkan kondisi di Indonesia.

"Ini harus kita galakkan dari bawah sampai tingkat nasional. Kalau kesehatan kita ini pulih, maka ekonomi bangkit. Jangan sampai kita menjadi daerah merah, harus kita turunkan ke zona oranye. Kalau oranye turunkan menjadi kuning, lalu kuning jadi hijau, kalau hijau kita pertahankan terus seperti itu," tuturnya.

Pada kesempatan sama, Gatot juga berterima kasih dan menyampaikan apresiasi pada Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran atas inisiasi Kampung Tangguh Semeru yang kini mulai diikuti di polda-polda lain se-Indonesia.

"Kami apresiasi kapolda, karena munculnya Kampung Tangguh itu pertama kali di Jawa Timur. Saya kira ini baik sekali dan sangat positif. Selain ini inovasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19, ini juga membantu secara sosial," katanya.

Menurutnya dengan adanya kampung tangguh masyarakat yang terdampak bisa mengetahui masyarakat mana yang perlu mendapatkan bantuan-bantuan sosial.

"Di kampung tangguh bisa diketahui terdeteksi lebih awal kalau ada orang yang terpapar Covid-19 dan banyak sekali manfaatnya. Saya mengapresiasi beliau yang pertama sekali menginisiasi adanya kampung tangguh, dan kini di beberapa polda juga muncul kampung tangguh," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement