Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Innalillahi, Dokter Meninggal Capai 105 Jiwa

Kamis 03 Sep 2020 17:05 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Fitriyan Zamzami

Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta, Rabu (2/9).

Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta, Rabu (2/9).

Foto: Republika/Thoudy Badai
IDI dan BNPB mengajak masyarakat untuk berdoa untuk para nakes.

REPUBLIKA.CO.ID -- Jumlah dokter korban meninggal Covid-19 terus bertambah. Sejak tembus angka 100 orang beberapa hari lalu, totalnya hingga Kamis (3/9) telah mencapai 105 jiwa.

"Sebanyak 105 dokter meninggal dunia (saat menangani Covid-19)," ujar Pengurus PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bidang Kesekretariatan, Protokoler dan Public Relation Halik Malik saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (3/9).

Ia menekankan, jumlah dokter yang meninggal saat menangani pasien yang terinfeksi virus ini cenderung bertambah dibandingkan kemarin. Berikut Nama-Nama Dokter yang dilaporkan ke PB IDI Meninggal Covid19 Per 3 September 2020:

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM)

2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI/IDI Jakarta Timur)

3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)

4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (IDI Kota Bandung)

5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan)

6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)

7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)

8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur)

9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan)

10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih)

11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)

12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS (IDI Jakarta Pusat)

13.  Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)

14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)

15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) (IDI Jakarta Selatan)

16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan)

17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan)

18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT (IDI Kab. Bekasi)

19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ (IDI Jakarta Selatan)

20. Dr. Karnely Herlena (IDI Depok)

21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (IDI Kota Bandung)

22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (IDI Jakarta Pusat)

23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)

24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi)

25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya)

26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan)

27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya)

28. Dr. Soeharno (IDI Kediri)

29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam)

30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya)

31. Dr. Esis Prasasti Inda Chaula, SpRad (IDI Tegal)

32. Dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik)

33. DR. dr Heru Prasetya, SpB, SpU (IDI Banjarmasin)

34. dr. Miftah Fawzy Sarengat (PPDS FK Unair, RS Soetomo, IDI Balikpapan)

35. dr. Bendrong Moediarso, SpF, SH (IDI Surabaya)

36. dr. H. Dibyo Hardianto (IDI Bangkalan)

37. dr. Deny Dwi Yuniarto (IDI Sampang)

38. dr. Gatot Prasmono (IDI Sidoarjo)

39. dr. Sukarno (IDI Sidoarjo)

40. dr. Arief Basuki SpAn (IDI Surabaya)

41. dr. Herry Nawing SpA (IDI Makassar)

42. dr. Theodorus Singara SpKJ (IDI Makassar)

43. dr. Nyoman Sutedja, MPH (IDI Denpasar)

44. dr. Putri Wulan Sukmawati (PPDS Anak FK Unair/RS Soetomo Surabaya)

45. dr. Sang Aji Widi Aneswara (IDI Semarang)

46. dr. Elianna Widiastuti (IDI Semarang)

47. dr. Agus Pramono (IDI Sidoarjo)

48. dr Ane Roviana (IDI Jepara)

49. dr. Sovian Endi (IDI Grobogan)

50. dr. Pepriyanto Nugroho (IDI Blitar)

51. dr. Ahmadi NH, Sp.KJ (IDI Semarang)

52. dr. Zulkiflie Saleh (IDI Banjarmasin)

53. dr. Abdul Choliq (IDI Probolinggo)

54. Prof. dr. H. Mgs. Usman Said, SpOG (K) (IDI Palembang)

55. dr. H. Khiarul Saleh, SpPD (IDI Palembang)

56. dr. Anna Mari Ulina Bukit (IDI Medan)

57. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran)

58. dr. Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhan Batu Utara)

59. dr. Budi Luhur (IDI Gresik)

60. dr. Deni Chrismono Raharjo (IDI Surabaya)

61. dr Arif Agoestono Hadi (IDI Lamongan)

62. dr. Djoko Wiyono (IDI Surabaya)

63. Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG (K) (IDI Makassar)

64. dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAN, KIC (IDI Medan)

65. dr. M. Fahmi Arfa'i (IDI Semarang)

66. dr. M. Ali Arifin (IDI Sidoarjo)

67. dr. M. Hatta Lubis, SpPD (IDI Padang Sidempuan)

68. dr. Elida Ilyas, SpKFR (K) (IDI Jakarta)

69. dr. I Wayan Westa, Sp.KJ (K) (IDI Denpasar)

70. dr. Sony Putrananda (IDI Blitar)

71. dr. H. Muhammad Arifin Sinaga, MAP (IDI Langkat)

72. dr. Andhika Kesuma Putra, Sp.P (K) (IDI Medan)

73. dr. Edi Suwasono (IDI Kota Malang)

74. dr. Ahmad Rasyidi Siregar, SpB (IDI Medan)

75. dr. HM Syamsu Rizal (IDI Natuna)

76. dr. Dennis (IDI Medan)

77. dr. Adnan Ibrahim, SpPD (IDI Makassar)

78. dr. I Nyoman Sueta (IDI Denpasar)

79. dr. Paulus Sp.PD (IDI Jakarta Pusat)

80. dr. Sulis Bayu Sentono, dr., M.Kes., Sp.OT (K) (IDI Surabaya)

81. Prof. Dr. dr. R. Mohammad Muljohadi Ali, Sp.FK (IDI Malang Raya)

82. dr. Hery Prasetyo (IDI Blora)

83. dr. Sriyono (IDI Balikpapan)

84. dr. Sabar Tuah Barus SpA (IDI Medan)

85. dr. John Edward Feridol Sipayung (IDI Siantar Simalungun)

86. dr. Ach. Chusnul Chuluq Ar, MPH (IDI Malang Raya)

87. dr. Fatoni (IDI Ogan Komuring Ulu)

88. dr. Asriningrum Sp.S (IDI Mataram)

89. dr. R. Nurul Jaqin SpB (IDI Yogyakarta)

90. dr. Donni (IDI Deli Serdang)

91. dr. Adi Rahmawan (IDI Depok)

92. dr. Riyanto SpOG (IDI Tuban)

93. dr. Muh. Rum Limpo SpB (IDI Selayar)

94. dr. Titus Taba SpTHT-KL (IDI Sorong)

95. dr. H. Edisyahputra Nasution (IDI Samarinda)

96. dr. I Made Widiartha Wisna (IDI Buleleng)

97. dr. Nastiti Noenoeng Rahajoe, SpA (K) (IDI Jakarta Pusat)

98. dr. Daud Ginting, SpPD (IDI Medan)

99. dr. Aris Sugiharjo, SpPD (IDI Hulu Sungai Tengah)

100. dr Edwin Marpaung, SpOT (IDI Medan)

101. dr. Elly Zaini (IDI Padangsidempuan)

102. dr. Bawono Hasan SpOG (IDI Jakarta Selatan)

103. dr. Rusdi Yunus (IDI Medan)

104. dr. Imai Indra, SpAn (IDI Banda Aceh)

105. dr. Ktut Yoga Wira Kusuma (IDI Tangerang)

IDI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak masyarakat untuk berdoa kepada para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang gugur, serta mereka yang masih berada di garis depan dalam penanganan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19). 

IDI berharap doa bersama kemarin dapat memberikan ketahanan mental kepada para dokter dan nakes yang masih berjuang menghadapi pasien Covid-19 dan keselamatan rakyat Indonesia di tengah pandemi. Doa yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz diikuti ribuan masyarakat Indonesia, yang tersambung langsung melalui kanal Youtube serta ruang digital Zoom, pada Rabu (2/9) malam.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai perwakilan pemerintah menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada para dokter dan nakes yang wafat dalam menyelamatkan pasien dari wabah Covid-19. Ia mengeklaim, pemerintah berusaha keras untuk membantu dan mendukung para dokter dan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, dokter adalah kelompok rentan karena berada di garis depan sehingga membutuhkan dukungan untuk membangun rasa aman dan menjamin keselamatan dalam bertugas. Sebab, tenaga medis adalah garda terdepan atau queen of battle. "Mereka tidak bisa ditinggal sendirian. Kebutuhan perlu dipenuhi agar mereka dapat melakukan tugas-tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, perwakilan tokoh Nahdlatul Ulama KH Mustofa Bisri mengungkapkan kesedihan mendalam atas wafatnya penjuang kemanusiaan. Ia menekankan bahwa pandemi ini adalah persoalan bersama. Artinya ini bukan hanya persolaan para dokter atau tenaga medis tetapi permasalahan semua pihak karena virus ini menimpa semua. "Kita tidak boleh melepas tangan untuk memerangi virus ini. Ini akan memberikan kesia-siaan merka yang telah berjuang mengakhiri Covid,” ujar Gus Mus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA