Rabu 02 Sep 2020 23:55 WIB

Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulsel di Atas Rata-Rata

Indeks kerukunan Sulawesi Selatan di atas rata-rata indeks nasional.

Indeks kerukunan Sulawesi Selatan di atas rata-rata indeks nasional. Kerukunan Beragama (Ilustrasi)
Foto: Republika/Mardiah
Indeks kerukunan Sulawesi Selatan di atas rata-rata indeks nasional. Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASAR- Hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sulawesi Selatan mencapai 75,70 atau di atas rata-rata indeks KUB nasional yang tercatat pada angka 73,83.

"Hal ini berdasarkan hasil survei yang dirilis Kemenag 2019 lalu dan diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan H Anwar Abubakardi Makassar, Rabu (2/9).

Baca Juga

Mencermati hasil survei Kemenag itu, dia mengatakan semua itu patut disyukuri dan tetap menjaganya dengan memperkuat nilai-nilai budaya dengan kearifan lokal sipakatau, sipakainge’, sipakalebbi sangat yang menjadi salah satu indokator memperkuat KUB di daerah ini.

Dia mengatakan di Sulsel yang warganya terdiri dari empat suku di Sulsel yakni Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar memiliki budaya yang kuat dengan tujuan yang sama, meskipun berbeda bahasa dan agama.

Menurut dia, KUB yang didasari dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ini juga yang memperkuat hubungan persaudaraan ketika terjadi bencana maupun wabah seperti saat kondisi pandemi Covid-19 ini. Di sisi lain, kerukunan antarumat ini penting karena menjadi faktor utama dalam mendongkrak perkembangan dan kemajuan ekonomi di suatu daerah.

Dari data indeks KUB tersebut, menurut dia, diketahui pula bahwa provinsi dengan indeks toleransi tertinggi adalah Papua Barat yang mencapai angka 80 dan masuk kategori sangat tinggi.

Hal itu, lanjut Anwar, patut diapresiasi karena Papua dengan masyarakat heterogen meraih prestasi indeks KUB.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement