Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Kawasan Manahan Jadi Klaster Baru Covid-19 di Solo

Rabu 02 Sep 2020 19:16 WIB

Red: Nur Aini

Warga berolahraga di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020). Komplek Stadion Manahan kembali dibuka untuk aktifitas warga berolahraga setelah sebelumnya ditutup selama lima bulan akibat COVID-19.

Warga berolahraga di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020). Komplek Stadion Manahan kembali dibuka untuk aktifitas warga berolahraga setelah sebelumnya ditutup selama lima bulan akibat COVID-19.

Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Sebanyak 13 orang di Manahan, Solo terkonfirmasi positif Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Manahan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Solo menyusul adanya 13 orang dari wilayah tersebut yang terkonfirmasi positif usai menjalani tes usap.

"Kemarin sore dilakukan swab (tes usap) lagi, ada sekitar 70 orang tetapi sampai sekarang hasilnya belum terkonfirmasi," kata Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Rabu (2/9).

Baca Juga

Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah terjadi penambahan kasus atau tidak di klaster tersebut. Ia mengatakan, sejauh ini kondisi sebagian pasien yang terkonfirmasi positif tersebut dalam kondisi baik sehingga hanya menjalani isolasi mandiri.

"Rata-rata OTG (Orang Tanpa Gejala). Ada yang menjalani isolasi mandiri, kawasan (penyebaran) juga sementara ini diisolasi dulu," katanya.

Selain penelusuran di klaster Manahan tersebut, pihaknya juga masih terus melakukan penelusuran kasus Covid-19 di beberapa titik lain mengingat saat ini penyebarannya sudah merata, tidak lagi di klaster tertentu. Berdasarkan data, katanya, dengan penambahan tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Solo secara keseluruhan sebanyak 421 kasus. Dari total tersebut, yang sudah sembuh 328 orang.

Mereka yang menjalani isolasi mandiri 43 orang, perawatan di rumah sakit 31 orang, dan meninggal dunia 19 orang. Jumlah kasus suspek totalnya 1.116 orang. Dari total tersebut 24 di antaranya menjalani perawatan, tiga menjalani isolasi mandiri, 1.038 discarded, dan 51 meninggal dunia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA