Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Israel Setujui Hibah Organisasi Anti-Islam Amerika Serikat?

Rabu 02 Sep 2020 16:42 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Israel dilaporkan menyetujui hibah untuk organisasi anti-islam Amerika Serikat Ilustrasi bendera Israel.

Israel dilaporkan menyetujui hibah untuk organisasi anti-islam Amerika Serikat Ilustrasi bendera Israel.

Foto: AP/Petros Karadjias
Israel dilaporkan menyetujui hibah untuk organisasi anti-islam Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, NASHVILLE –  Pemerintah Israel menyetujui sebuah hibah kepada organisasi Zionis Kristen yang berbasis di Tennessee, negara bagian Amerika Serikat. Organisasi tersebut disebut termasuk dalam daftar pantauan dari kelompok pembenci di Pusat Hukum Kemiskinan Selatan (Southern Poverty Law Center/SPLC).

Menurut dokumen informasi pemerintah yang diperoleh outlet berita the Forward, dilansir Selasa (1/9), dokumen tersebut merinci pembayaran yang disetujui untuk entitas di seluruh dunia oleh Kementerian Urusan Strategis Israel pada kuartal pertama 2020.

Baca Juga

Dokumen tersebut diungkap melalui sebuah permintaan Undang-undang Kebebasan Informasi oleh Gerakan Kebebasan Informasi Israel dan situs berita Israel The Seventh Eye, dan kemudian dibagikan dengan the Forward.

Dokumen tersebut menunjukkan sebuah transfer senilai 40 ribu dolar ke sebuah kelompok bernama Proclaiming Justice to the Nations (PJTN), yang telah melobi untuk mengesahkan undang-undang yang mencegah badan-badan negara untuk bekerja dengan kelompok-kelompok yang mendukung gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) melawan Israel. Baru-baru ini kelompok itu aktif dalam memobilisasi kaum Zionis Kristen di Afrika Selatan, sebuah target utama upaya diplomasi publik Israel.

Ditanya tentang hibah tersebut, grup tersebut membantah telah menerima uang dari pemerintah Israel ataupun dari Concert, sebuah perusahaan yang didanai Kementerian Urusan Strategis. Seorang juru bicara kementerian menolak untuk berbicara tentang PJTN secara khusus, tetapi membagikan pernyataan tiga kalimat yang mengatakan bahwa kegiatan pemerintah dilakukan dengan cara yang legal dan profesional.

Dokumen tersebut dirilis musim panas ini setelah pemerintah koalisi baru Israel menunjuk pemimpin kementerian yang berbeda, yang mencabut sikap lama biro tersebut yang menolak permintaan catatan publik dari wartawan.

Hibah kepada PJTN adalah bagian dari dorongan yang lebih luas oleh kementerian untuk mendukung kelompok pro-Israel yang memerangi BDS di Amerika Serikat. Hibah tersebut telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah kelompok-kelompok tersebut secara tepat mengungkapkan dukungan yang mereka terima dari entitas asing.

Dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa kementerian dan perusahaan kuasi-pemerintah yang berafiliasi, yang disebut Concert, memberi organisasi pro-Israel Amerika itu total lebih dari 6,6 juta dolar sejak 2018. Mereka menggunakan uang pembayar pajak Israel dan dana pribadi yang ditunjuk.

Berbasis di luar Nashville, PJTN adalah kekuatan pendorong di belakang badan legislatif Tennessee, yang pada April 2015 menjadi negara bagian pertama yang mengeluarkan resolusi yang mengecam BDS, dan berhasil melobi negara-negara lain untuk mengesahkan undang-undang anti-BDS.

PJTN juga merupakan kelompok lokal terkemuka yang mendukung RUU baru yang akan mengubah kode hak sipil Tennessee untuk mendefinisikan antisemitisme dengan cara yang mencakup anti-Zionisme.

PJTN, yang pendapatan tahunannya mencapai 1 juta dolar pada 2018, tahun terakhir di mana catatan  tersedia, telah mengundang beberapa tokoh pro-Israel di berbagai acara, termasuk mantan Gubernur Arkansas Mike Huckabee dan pembawa acara radio Dennis Prager.

Namun, pendiri dan presidennya, Laurie Cardoza-Moore, juga dikenal karena retorika Islamofobia yang membara. Dia mengatakan, bahwa 30 persen Muslim Amerika adalah teroris, dan bahwa Islam adalah sistem politik dominasi global. Ia juga menyebut mantan Presiden Barack Obama benar-benar menyebabkan tornado ketika dia mengumumkan dukungannya untuk negara Palestina.

SPLC telah mengatakan sejak 2017, bahwa PJTN adalah kelompok pembenci anti-Muslim. Tahun lalu, Amazon menghapus kelompok tersebut dari program donasi amal sebagai bagian dari pembersihan dari organisasi ekstremis.

Terlepas dari sejarah ini, Israel telah menyetujui pembayaran sebesar 40.000 dolar pada 8 Januari 2020 kepada "Laune Cardza Moore" dengan baris subjek "Dukungan untuk organisasi PJTN untuk acara: Our Shared Biblical Connection to the Holy Land." (Kesalahan ejaan nama Cardoza-Moore di dokumen informasi itu menggunakan bahasa Inggris, sementara sebagian besar entri lainnya dalam bahasa Ibrani).

PJTN telah menyelenggarakan acara dengan tema itu pada November 2019 di gereja-gereja di Johannesburg dan Cape Town. Kelompok itu telah membuka cabang pertamanya di Afrika Selatan lima bulan sebelumnya.

Acara Johannesburg disponsori bersama oleh Federasi Zionis Afrika Selatan, dan Cape Town oleh Kedutaan Besar Kristen Internasional Yerusalem. Dua kelompok asing itu telah menerima dana baik dari Kementerian Urusan Strategis atau Concert.

Kelompok advokasi Amerika yang menerima uang dari pemerintah asing harus mengungkapkan pembayaran tersebut kepada Departemen Kehakiman berdasarkan undang-undang yang disebut Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing, meskipun terdapat pengecualian untuk uang yang dikeluarkan untuk aktivitas di luar Amerika Serikat.

PJTN tidak terdaftar dalam daftar FARA online Departemen Kehakiman. Kepatuhan yang tidak lengkap terhadap aturan pendaftaran dapat dihukum hingga lima tahun penjara dan denda 250 ribu dolar.

Menurut para ahli hukum, jika seluruh dana senilai 40 ribu dolar dihabiskan untuk acara gereja di Afrika Selatan, PJTN kemungkinan besar tidak perlu mendaftar.

Tetapi jika uang itu dihabiskan untuk melakukan pekerjaan persiapan atau perekrutan untuk program-program itu di markas kelompok itu di Tennessee, atau untuk melobi badan legislatif Tennessee untuk mengesahkan undang-undang antisemitisme, mereka mungkin seharusnya sudah terdaftar.

Namun, PJTN bersikeras tidak pernah menerima dana pemerintah Israel sama sekali, meski tercantum dalam laporan keuangan internal kementerian. Kelompok tersebut menyatakan, sebagai organisasi nirlaba Amerika Serikat 501(c)(3), keuangan mereka 100 persen transparan dan tersedia untuk umum

Meskipun pengajuan pajak federal untuk 2020, tahun dokumen yang menunjukkan pembayaran disetujui, secara umum tidak akan tersedia sampai 2022.

"Kami tetap teguh dalam misi kami untuk mendidik orang Kristen di seluruh dunia tentang tanggung jawab Alkitab mereka untuk berdiri bersama Israel dan orang-orang Yahudi dalam menghadapi anti-Semitisme global," kata kelompok tersebut.

Dukungan PJTN ke Afrika Selatan itu menyusul peningkatan fokus Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam memanfaatkan dukungan Kristen untuk Israel dalam meningkatkan hubungan dengan pemerintah di Afrika dan Amerika Latin.

Afrika Selatan belum memiliki duta besar untuk Israel sejak 2018, dan wilayah itu juga merupakan tempat beberapa pemimpin partai Kongres Nasional Afrika yang berkuasa membandingkan Israel dengan bekas rezim apartheid di negara mereka.

Menurut penulis "Israel in Africa" dan seorang mahasiswa PhD di Universitas Durham di Inggris,  Yotam Gidron, Afrika Selatan adalah salah satu target diplomasi publik utama Israel. Menurutnya, di sana dukungan Zionis Injili sangat penting bagi Israel, paling tidak karena jika tidak, kepemimpinan politiknya sangat kritis terhadapnya.

Pada Maret lalu, sebuah kelompok bernama Jerusalem Prayer Breakfast, yang dipimpin anggota sayap kanan Knesset Robert Ilatov, mengadakan acara lain yang ditujukan untuk Zionis Kristen Afrika Selatan, di provinsi Free State. Duta Besar Israel untuk Afrika Selatan, Lior Keinan, menghadiri acara tersebut, yang pembicara utamanya adalah Rev. Kenneth Meshoe, anggota parlemen Afrika Selatan dan pemimpin Partai Demokrat Kristen Afrika.

Middle East Monitor melaporkan, acara tersebut ternyata menjadi kegiatan penyebaran virus corona. Hal itu kemungkinan terkait dengan salah satu penyelenggara, Albert Veksler, yang datang ke acara tersebut dari Israel.

Menurut statistik pemerintah Afrika Selatan yang dikutip Middle East Monitor, Free State tidak memiliki kasus Covid-19 pada 10 Maret, hari kegiatan itu berlangsung. Akan tetapi pada 31 Maret, daerah itu memiliki 74-67 kasus di antaranya, termasuk Meshoe.

Meshoe juga muncul dalam film dokumenter anti-BDS 2016 berjudul "Boikot Ini!" yang diproduksi Cardoza-Moore dari PJTN. Dia mengadakan pemutaran publik film tersebut di Johannesburg selama perjalanannya pada November 2019 ke Afrika Selatan untuk acara "Shared Biblical Connection."

 

Sumber: https://forward.com/news/national/453335/israel-proclaiming-justice-nations-muslim-hate-south-

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA