Selasa 01 Sep 2020 21:30 WIB

Bima Arya Ungkap 5 Kebijakan Kendalikan Lonjakan Covid-19

Total, telah ada 655 kasus positif Covid-19 dari yang sebelumnya 627 orang.

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Andi Nur Aminah
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: republika
Wali Kota Bogor Bima Arya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor terus mengalami lonjakan yang signifikan. Total, telah ada 655 kasus positif Covid-19 dari yang sebelumnya 627 orang.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan telah mengambil lima kebijakan dalam mengendalikan lonjakan tersebut. Bima menegaskan, akan bekerja keras dalam menghadapi persebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Baca Juga

"Insya Allah kita bekerja keras untuk kendalikan lonjakan ini. Semua langkah harus berdasarkan data dan rekomendasi para pakar," kata Bima melalui rilis video, Selasa (1/9).

Adapun lima kebijakan yang diambil yakni, pembatasan aktivitas warga. Jam operasional toko dibatasi sampai pukul 18.00 WIB dan memberlakukan jam malam pukul 21.00 WIB.

Kedua, Bima menjelaskan, akan meningkatkan mitigasi Covid-19 melalui Deteksi Aktif (Detektif) Covid-19. Dia menyatakan, penguatan unit lacak dan unit pantau Detektif Covid-19 akan dikonsentrasikan pada RW zona merah.

Ketiga, lanjut Bima, pihaknya akan lebih menggencarkan uji swab meskipun jumlah saat ini telah melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tercatat, Kota Bogor telah melakukan 11.377 uji swab atau melebihi satu persen dari 1,1 juta penduduk.

Keempat, yakni mengampanyekan protokol kesehatan. "Saya perintahkan seluruh dinas, camat dan lurah untuk terus bergerak maksimalkan semua kanal darat dan udara untuk terus ingatkan warga menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan bersihkan diri ketika kembali ke rumah,” jelasnya.

Terakhir, Bima menjanjikan, akan mempersiapkan ruang isolasi tambahan di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19. Demikian, lonjakan tajam dapat dikendalikan. "Khusus untuk OTG (orang tanpa gejala) disiapkan nonfasilitas kesehatan. Ini untuk antisipasi lonjakan kasus ekstrem," jelas Bima.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement