Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Harga Gabah Petani di Lampung di Atas HPP

Selasa 01 Sep 2020 19:05 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Agus Yulianto

Pekerja menjemur gabah. Saat ini harga gabah di tingkat petani di Lampung berada di atas HPP.

Pekerja menjemur gabah. Saat ini harga gabah di tingkat petani di Lampung berada di atas HPP.

Foto: ANTARA/FAUZAN
Namun, harga beras dipasaran masih terpantau normal, tidak turun dan juga tidak naik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani tertinggi Rp 5.600 per kg, dan terendah Rp 4.100 per kg. Sedangkan di tingkat penggilingan tertinggi Rp 5.650 per kg, terendah 4.180 per kg. Harga tersebut masih di atas rata-rata Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Harga gabah tertinggi tingkat petani di Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu dengan varietas Ciherang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Faizal Anwar didampingi Kabid Statistik Distriusi Riduan di Bandar Lampung, Selasa (1/9).

Sedangkan harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan, Faizal menyatakan, berada di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu juga varietas Ciherang. Sedangkan gabah terendah di tingkat petani dan penggilingan berada di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah varietas Inpari42.

Dari hasil survey BPS, rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang dijualbelikan cukup baik dilihat dari kadar air (KA). KA rata-rata gabah GKP 18,44 persen pada Juli 2020, dan 18,43 persen pada Agustus 2020. Sedangkan rata-rata kadar hampa/kotor (KH) gabah 4,45 persen pada Juli 2020 dan 4,76 persen pada Agustus 2020.

Mengenai harga beras, Faizal mengatakan, berdasarkan observasi selama Agustus 2020 harga beras tertinggi di tingkat penggilingan Rp 10.500 per kg kualitas premium jenis Ciherang di Kecamatan Pugung dan Talangpadang, Tanggamus.

Harga beras terendah yang dijual bulan Agustus 2020 Rp 8.450 per kg beras kualitas medium jenis Muncul dan terdapat di Kecamatan Palas, Lampung Selatan.

BPS mencatat, rata-rata komponen mutu beras yang dijualbelikan pada Agustus 2020 menunjukkan, hasil baik dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rata-rata KA dan KH (broken) 14,23 persen (Juli 2020) dan 13,92 persen (Agustus 2020). KH 16,42 persen (Juli), dan 16,05 persen (Agustus).

Sedangkan harga beras kualitas premium rata-rata 1,18 persen dari Rp 9.657,14 per kg menjadi RP 9.770,83 per kg. Rata-rata harga beras kualitas medium naik 1,72 persen dari RP 8.803,57 per kg menjadi Rp 8.955 per kg. Pada hasil survey BPS tidak ditemukan beras kualitas asalan.

Berdasarkan pemantauan di toko beras di Kota Bandar Lampung, Selasa (1/9), harga beras masih terpantau normal, artinya tidak turun dan juga tidak naik. Harga beras premium, masih berkisar Rp 10.500 hingga Rp 11.000 per kg, dan beras medium kisaran Rp 9.000 sampai Rp 9.500 per kg.

“Harga beras masih stabil, kami jual beras premium kemasan 10 kg Rp 110 ribu per karung, sedangkan kemasan 25 kg Rp 270 ribu per karung,” kata Wawan, penjual beras di Pasar Kemiling, Bandar Lampung. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA