Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

BMKG Catat Suhu Maksimum Harian di Beberapa Daerah

Senin 31 Aug 2020 21:16 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Matahari bersinar terik. Suhu harian di beberapa daerah di Indonesia mencapai kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius pada 29 Agustus hingga 30 Agustus.

Matahari bersinar terik. Suhu harian di beberapa daerah di Indonesia mencapai kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius pada 29 Agustus hingga 30 Agustus.

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Beberapa daerah di Indonesia capai suhu maksimum harian antara 33-36 derajat Celsius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum harian pada 29 hingga 30 Agustus 2020 di beberapa daerah di Indonesia. Suhu cukup panas terutama tercatat di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta wilayah Jawa dengan tingkat kelembaban yang relatif cukup kering.

"Untuk kondisi hari ini atau berdasarkan pengukuran tanggal 29 Agustus, di beberapa wilayah memang suhu cukup panas dan masih bisa terjadi di kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual dari Jakarta, Senin.

Kondisi tersebut, menurut Miming, perlu diwaspadai selama September. Kondisi cuaca atau suhu cukup panas masih dapat terjadi mengingat posisi matahari atau posisi semu matahari selama periode September relatif ada di wilayah ekuator, sehingga berdampak pada kondisi suhu yang cukup panas tetapi kisarannya masih cukup normal.

Terkait dengan kondisi cuaca yang relatif masih kering di beberapa wilayah, BMKG mengidentifikasi wilayah di Sumatra, Riau, Sumatra bagian selatan, Palembang, dan Kalimantan bagian selatan sebagai wilayah dengan tingkat kemudahan terbakar cukup tinggi.

"Ini yang perlu diwaspadai untuk kondisi hari ini dan beberapa hari ke depan," katanya.

Sementara itu, wilayah Jawa, meskipun kondisinya relatif kering dan tingkat kemudahan terbakar di permukaannya (FDRS) tampak merah, tetapi potensi karhutla di wilayah tersebut masih relatif lebih kecil dibandingkan daerah Riau dan Kalimantan. Lebih lanjut, selain melaporkan suhu maksimum dan potensi karhutla di beberapa daerah, Miming juga menyampaikan potensi gelombang tinggi selama September yang juga perlu diwaspadai.

"Yang perlu diwaspadai secara umum ada di wilayah Samudera (Hindia) bagian selatan, pesisir Jawa bagian selatan, dari Jawa hingga Nusa Tenggara," kata Miming.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA