Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Jawa Barat Fokus Tarik Pariwisata di Masa AKB

Ahad 30 Aug 2020 10:02 WIB

Red: Friska Yolandha

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi COVID-19, Jabar lebih fokus menarik wisatawan domestik dalam rangka mendongkrak kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi COVID-19, Jabar lebih fokus menarik wisatawan domestik dalam rangka mendongkrak kunjungan.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Semua tempat di Jawa Barat difokuskan menjadi destinasi wisata, termasuk Gedung Sate.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi COVID-19, Jabar lebih fokus menarik wisatawan domestik dalam rangka mendongkrak kunjungan. Wisatawan domestik berpeluang menghidupkan perekonomian masyarakat.

"Kami kejar pasar lokal atau domestik, mudah-mudahan ketertarikan wisatawan ke Jabar semakin besar," kata Dedi kepada rombongan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), Sabtu (29/8) malam.

Menurutnya pada masa AKB wisatawan domestik sangat berpeluang besar bisa menghidupkan perekonomian masyarakat, untuk itu perlu adanya fokus menarik mereka datang ke Jawa Barat. Pemprov Jawa Barat juga sudah fokus menjadikan semua tempat yang berada di daerah itu sebagai destinasi wisata, agar bisa semakin menarik kunjungan wisatawan.

Baca Juga

"Semua tempat di Jawa Barat saat ini difokuskan menjadi destinasi yang menarik, contohnya di Gedung Sate sekarang juga menjadi destinasi," tuturnya.

Dedi menambahkan pada masa AKB ini, mulai 5 Juli 2020 Pemprov Jawa Barat telah membuka destinasi wisata secara bertahap. Pembukaan destinasi wisata pada pandemi Covid-19 kata Dedi, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, agar tidak menjadi kluster pariwisata.

Dia menyebutkan bahwa ada 62 juta wisatawan domestik yang mengunjungi destinasi wisata di Jawa Barat dan ini tentu perlu terus diperkuat.

"Karena ketika ada 62 juta wisatawan domestik, perputaran uang di Jawa Barat akan meningkat dan bisa berdampak terhadap perekonomian," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA