Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

India akan Operasikan Kembali Kereta Bawah Tanah

Ahad 30 Aug 2020 09:20 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Penumpang duduk di dalam kereta di New Delhi, India, Senin (1/6). Walau angka kasus Covid-19 terus naik India akan membuka lagi kereta bawah tanah. Ilustrasi.

Penumpang duduk di dalam kereta di New Delhi, India, Senin (1/6). Walau angka kasus Covid-19 terus naik India akan membuka lagi kereta bawah tanah. Ilustrasi.

Foto: EPA
Walau angka kasus Covid-19 terus naik India akan membuka lagi kereta bawah tanah

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Pemerintah India mulai melonggarkan beberapa pembatasan bahkan saat kasus Covid-29 meningkat. Pemerintah akan membuka kembali jaringan kereta bawah tanah dan mengizinkan olahraga serta acara keagamaan secara terbatas mulai bulan depan.

"Jaringan kereta bawah tanah, jalur kehidupan jutaan orang di ibu kota New Delhi, akan dibuka kembali secara bertahap mulai 7 September," kata kementerian dalam negeri federal.

Acara sosial, akademik, olahraga, dan keagamaan akan diizinkan dengan maksimal 100 orang mulai 21 September. Sekolah dan perguruan tinggi akan tetap ditutup hingga akhir September. Namun di semua zona penahanan di seluruh negeri atau area di mana penyebaran infeksi paling parah, pembatasan yang ketat akan tetap diberlakukan.

Pelonggaran pembatasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali perekonomian. Hingga Sabtu (29/8) waktu setempat, India sudah melaporkan 76.472 kasus Covid-19 yang menunjukkan sedikit lebih rendah dari jumlah yang terlihat dalam beberapa hari terakhir.

India telah melaporkan total 3,46 juta kasus virus corona, di belakang Amerika Serikat dan Brasil dalam hal total beban kasus. Akan tetapi negara India telah melaporkan peningkatan kasus satu hari yang lebih tinggi daripada kedua negara tersebut selama hampir dua pekan.

Data dari kementerian kesehatan federal menunjukkan kematian akibat Covid-19 di India naik 1.021 menjadi 62.550. Negara bagian Maharashtra di India barat, tempat ibu kota keuangan India, Mumbai, mencatat 331 kematian. Angka ini merupakan peningkatan satu hari paling tajam di antara semua negara bagian selama dua hari terakhir.

Pada Jumat (28/8), anggota parlemen H. Vasanthakumar dari Kongres partai oposisi utama negara menjadi tokoh terkenal terbaru yang meninggal karena Covid-19. "Berita tentang anggota parlemen Kanyakumari, Shri H Vasanthakumar, yang meninggal sebelum waktunya karena Covid-19 telah mengejutkan," kata Rahul Gandhi, seorang anggota terkemuka partai Kongres dalam sebuah cicitan pada Jumat malam.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA