Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Sejumlah Wilayah Jabar Mulai Kekeringan

Jumat 28 Aug 2020 15:01 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jabar, Dani Ramdan, saat diwawancara di Kota Tasikmalaya, Jumat (28/8)

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jabar, Dani Ramdan, saat diwawancara di Kota Tasikmalaya, Jumat (28/8)

Foto: Republika/Bayu Adji P.
Kekeriangan mulai melanda wilayah Bogor, Indramayu, dan Cirebon.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat bencana kekeringan mulai terjadi di sejumlah wilayah. Di antaranya Bogor, Indramayu, dan Cirebon.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jabar, Dani Ramdan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, di beberapa daerah sudah ada desa atau kecamatan yang kekeringan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar juga telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan per 2 Agustus.

"Dengan adanya status itu, kita artinya sudah menyiapkan alokasi anggaran. Ketika ada lokasi yang mulai terdampak, kita bisa segera bergerak," kata dia di Kota Tasikmalaya, Jumat (28/8).

Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Provinsi Jabar, sudah ada lima desa di Bogor yang mengalami kekeringan. Tak hanya itu, beberapa desa di Cirebon dan Indramayu juga telah terdampak kekeringan. Sementara untuk kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sudah ada laporan kasus terjadi di Gunung Ciremai. Namun, karhutla yang terjadi masih dalam skala kecil dan langsung cepat ditangani oleh petugas setempat.

Menurut dia, di wilayah yang sudah terdampak kekeringan itu sudah disiagakan tangki air untuk melakukan pendistribusian. Sementara untuk wilayah yang berpotensi karhutla, BPBD sudah melakukan rakor dengan instansi terkait dan melakukan gladi.

"Untuk kekeringan itu biasanya di wilayah pantura, seperti Indramayu, Karawang, Cirebon. Kalau selatan ada sedikit di Bogor, dan Tasik, tapi intensitasnya tidak seluas di utara," kata dia.

Sementara itu, di Kota Tasikmalaya, bencana kekeringan juga telah terjadi di beberapa wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan kekeringan dari dua wilayah, yaitu Kecamatan Purbaratu dan Tamansari. Namun kekeringan yang terjadi tak masif, dalam arti masih dapat ditangai oleh masyarakat.

"Kita minggu depan akan segera rakor dengan dinas terkait untuk menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Kalau sudah tanggap darurat, distribusi air bersih dapat segera dilakukan," kata dia.

Menurut dia, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau di wilayahnya. Namun, bencana kekeringan yang terjadi di Kota Tasikmalaya saat ini tak separah tahun sebelumnya.

Ucu mengatakan, pada tahun lalu, hampir seluruh wilayah di Kota Tasikmalaya telah mengalami kekeringan sejak Mei. Namun saat ini, meski sudah intensitas hujan sudah berkurang, ketersediaan air masih terjaga di beberapa wilayah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA