Kamis 27 Aug 2020 23:41 WIB

Sulut akan Gelar Sensus Penduduk Tatap Muka

Sensus penduduk 2020 dengan tatap muka dilakukan mulai September

Red: Nur Aini
Refleksi warga mengisi kuisioner Sensus Penduduk 2020
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Refleksi warga mengisi kuisioner Sensus Penduduk 2020

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Sensus Penduduk (SP) 2020 akan dilakukan secara langsung atau tatap muka pada 1 hingga 30 September dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Pengisian survei SP 2020 oleh Badan Pusar Statistik (BPS) bersiap untuk memasuki babak baru. Setelah masa survei daring selesai akhir Mei lalu, BPS akan menyelenggarakan SP 2020 secara tatap muka langsung, pada September 2020," kata Kepala BPS Sulawesi Utara (Sulut), Dr Ateng Hartono, dalam Webinar di Manado, Kamis (27/8).

Baca Juga

Survei ini, katanya, ditujukan bagi masyarakat yang belum mengisi survei SP2020 secara online melalui situs web https://survei.bps.go.id. Dia mengatakan selama bulan September BPS Sulawesi Utara (Sulut) akan melaksanakan SP2020 secara door to door, yang mengirim dokumen ke masing-masing rumah tangga untuk diisi dengan pendampingan dari Satuan Lingkungan Setempat (SLS).

Dia menjelaskan, hajatan besar tersebut tetap harus digelar, meski seluruh lapisan masyarakat dan unsur pemerintah masih harus berjuang untuk menghadapi pandemi Covid-19. Tujuannya untuk memperoleh data lengkap mengenai jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan Indonesia.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah mengenai tatanan normal baru, SP2020 luring akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, dan pola yang sedikit berbeda. BPS akan mewajibkan seluruh petugas lapangan untuk menjaga jarak aman saat membagikan kuesioner. Selain itu, kuesioner SP2020 akan dibungkus rapi demi menjaga higienitas dokumen, sehingga masyarakat tetap terjaga kesehatannya di tengah pandemi Covid-19.

Adanya pandemi Covid-19 yang belum usai ini, justru menjadi tantangan tersendiri bagi BPS karena dapat menampilkan inovasi. Eddi berharap, masyarakat Kabupaten Batang aktif dalam berpartisipasi menyukseskan Sensus Penduduk, khususnya untuk melengkapi data kependudukan supaya lebih valid.

“Pemerintah akan lebih mudah melaksanakan program pembangunan karena ketepatan data yang diperoleh. Data yang benar itu, nantinya akan kembali kepada warga sendiri, dalam bentuk kesejahteraan yang makin baik,” katanya.

Sebagai informasi, Sensus Penduduk 2020 dilaksanakan melalui dua metode bertahap. Pertama, survei secara daring melalui situs web https://survei.bps.go.id. Awalnya, tahap ini digelar pada 15 Februari hingga 30 Maret lalu. Namun, pandemi Covid membuat BPS memperpanjang pengisian survei online hingga 29 Mei.

Metode kedua adalah bulan sensus penduduk pada September 2020, yakni pengisian dan verifikasi data secara tatap muka oleh petugas lapangan. Pada tahap ini, para petugas survei akan melakukan pemeriksaan daftar penduduk, verifikasi lapangan, dan pencacahan mandiri oleh penduduk yang belum mengisi kuesioner survei secara daring pada tahap sebelumnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement