Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Pasien TB di India Semuanya akan Jalani Skrining Covid-19

Kamis 27 Aug 2020 13:28 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Pasien tuberkulosis melihat hasil ronsen dadanya. Pasien tuberkulosis di India akan menjalani skrining Covid-19 dan sebaliknya.

Pasien tuberkulosis melihat hasil ronsen dadanya. Pasien tuberkulosis di India akan menjalani skrining Covid-19 dan sebaliknya.

Foto: EPA
Sebaliknya, pasien Covid-19 juga akan jalani skrining TB.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kementerian Kesehatan India telah mengeluarkan catatan panduan yang menyatakan bahwa seluruh pasien tuberkulosis (TB) akan menjalani skrining Covid-19. Sebaliknya, pasien Covid-19 juga di-skrining TB.

"Tuberkulosis ada kaitannya dengan 2,1 kali lipat peningkatan risiko penyakit Covid-19 yang parah," menurut catatan pedoman Kementerian Kesehatan India, dilansir Times Now News, Kamis (27/8).

Selain itu, pasien TB juga cenderung memiliki penyakit penyerta atau kondisi hidup yang meningkatkan kerentanan mereka, seperti malnutrisi, diabetes, merokok, dan HIV. Pedoman Kementerian Kesehatan India mengatakan bahwa prevalensi tuberkulosis di antara pasien Covid-19 menurut berbagai penelitian berkisar antara 0,37 hingga 4,47 persen. 

"Ada penurunan keseluruhan dalam pelaporan tuberkulosis sebesar 26 persen selama Januari hingga Juni 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pandemi Covid-19," menurut pedoman tersebut.

Meskipun skrining TB-Covid-19 dua arah telah disarankan dalam catatan panduan untuk mengatasi morbiditas ganda penyakit tersebut, analisis tuberkulosis untuk semua kasus penyakit serupa influenza dan infeksi saluran pernapasan akut parah (ISPA) juga telah disarankan.

Catatan panduan menyatakan bahwa tuberkulosis dan Covid-19 adalah penyakit menular yang terutama menyerang paru. India merupakan negara penderita TB terbesar dunia bersama Indonesia dan China.

"Pasien Covid-19 dan TB datang dengan gejala batuk, demam, dan kesulitan bernapas yang serupa, tetapi penyakit TB memiliki masa inkubasi yang lebih lama dan serangan penyakit yang lebih lambat," jelas panduan tersebut.

Untuk skrining Covid-19, kementerian telah menyarankan bahwa semua pasien TB yang baru didiagnosis atau mereka yang sedang menjalani pengobatan harus menjalani tes Covid-19. 

"Berdasarkan hasil tes Covid-19, penatalaksanaan lebih lanjut akan dilakukan sesuai pedoman Kemenkes. Bahkan, setelah didiagnosis Covid-19, pengobatan TB harus dilanjutkan tanpa gangguan," catatan itu menambahkan.
 

Baca Juga

 
 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA