Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Jacob Blake Lumpuh karena Tembakan Polisi

Rabu 26 Aug 2020 14:18 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Jacob Blake (kanan) menjadi korban penembakan polisi di Kenosha, Wisconsin, pada Ahad (23/8). Penembakan Blake menambah panjang daftar warga kulit hitam yang menjadi korban kekerasan kepolisian di Amerika.

Jacob Blake (kanan) menjadi korban penembakan polisi di Kenosha, Wisconsin, pada Ahad (23/8). Penembakan Blake menambah panjang daftar warga kulit hitam yang menjadi korban kekerasan kepolisian di Amerika.

Foto: AP
Pengacara Jacob Blake mengatakan kliennya lumpuh akibat tembakan polisi

REPUBLIKA.CO.ID, WISCONSIN -- Pengacara Jacob Blake, yang merupakan pria Afrika-Amerika yang ditembak oleh polisi di negara bagian Wisconsin, mengatakan kliennya mengalami kelumpuhan. Blake ditembak beberapa kali saat membuka pintu mobilnya di Kenosha dan satu peluru menembus sumsum tulang belakangnya.

Pengacara Blake, Ben Crump, mengatakan peluru yang menembus sumsum tulang belakang Blake telah membuatnya lumpuh. Tim dokter tidak yakin apakah Blake dapat berjalan kembali.

"Keluarganya percaya pada keajaiban, tetapi diagnosis medis saat ini adalah bahwa dia lumpuh karena peluru itu memutuskan sumsum tulang belakangnya dan menghancurkan beberapa tulang punggungnya akan membutuhkan keajaiban bagi Jacob Blake Jr untuk bisa berjalan lagi," ujar Crump dilansir BBC, Rabu (26/8).

Blake ditembak ketika membuka pintu mobilnya. Di dalam mobil tersebut ada anak laki-laki Blake yang masih kecil. Crump menyebut anak laki-laki Blake terkena tembakan peluru di perutnya, mengalami cedera di lengan, serta kerusakan pada ginjal dan hatinya. Sebagian besar usus besar dan usus kecil anak lelaki kecil itu harus diangkat. 

Penembakan terhadap Blake terjadi ketika AS sedang bergulat dengan perlakuan rasisme terhadap orang Afrika-Amerika oleh penegak hukum. Kecaman mengenai anti-rasisme telah meluas di AS setelah kematian George Floyd pada Mei lalu di Minneapolis.

Polisi mengatakan mereka menanggapi panggilan karena terjadi insiden rumah tangga di kediaman Blake di wilayah Kenosha pada Ahad (23/8). Sejauh ini tidak diketahui siapa yang menelpon polisi dan apa yang terjadi dalam rumah tangga Blake sebelum penembakan.

Dalam sebuah rekaman video, Blake membuka pintu mobil dan dikejar oleh dua petugas kepolisian. Salah satu petugas menarik baju Blake dan melepaskan tembakan. Dalam video tersebut dapat terdengar bahwa polisi telah melepaskan tujuh tembakan ke punggung Blake.

Para saksi di sekitar lokasi penembakan berteriak, termasuk tunangan Blake, Laquisha Booker. Dia mengatakan anak-anaknya sedang duduk di kursi belakang mobil ketika penembakan terjadi. Mereka berteriak ketika ayah mereka diberondong peluru oleh polisi.

Catatan pengadilan menunjukkan ada surat perintah penangkapan terbuka terhadap Blake atas tuduhan pelecehan seksual dan tuduhan pelecehan dalam rumah tangga. Tetapi polisi belum mengatakan apakah petugas mengetahui hal ini ketika mereka menanggapi panggilan bahwa ada keributan di kediaman Blake.

Departemen Kehakiman Wisconsin sedang menyelidiki insiden penembakan itu. Sementara petugas polisi yang terlibat diberikan cuti administratif.

Baca Juga

Beberapa jam setelah penembakan Blake, ratusan orang datang ke markas polisi Kenosha. Mereka membakar mobil-mobil polisi. Gubernur Wisconsin, Tony Evers telah mengerahkan pasukan Garda Nasional ke Kenosha untuk melindungi gedung-gedung negara dan mengamankan wilayah tersebut dari kerusuhan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA