Rabu 26 Aug 2020 06:00 WIB

5 Kepala Daerah Meninggal karena Covid, Tito: Ini Tantangan

Kepala daerah selain harus berhasil melindungi warganya juga melindungi diri sendiri.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Andi Nur Aminah
Mendagri Tito Karnavian
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Mendagri Tito Karnavian

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pengendalian pandemi virus corona menjadi sebuah tantangan berat yang harus dilalui oleh para pemimpin. Menurut Tito, tantangan yang ia maksud juga dialami oleh para kepala negara di dunia termasuk Indonesia dan para kepala daerah di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Kepala daerah selain harus berhasil mengendalikan Covid-19 untuk melindungi warganya, juga harua melindungi diri sendiri agar tidak menjadi korban. Tito mengatakan hal ini ketika menanggapi ada lima kepala daerah di Indonesia yang meninggal karena tertular Covid-19.

Baca Juga

"Ini krisis global. Para pemimpin dunia juga menghadapinya. Pemerintah pusat dan pemeritah daerah kita juga menghadapi tantangan sulit ini. Disinilah kita harus kerahkan semua kemampuan," kata Tito, dalam Rakor kesiapan Pilkada serentak 2020 dan pengarahan kepada satgas Covid-19 di Padang Sumatra Barat, Selasa (25/8).

Seperti diketahui lima kepala daerah yang dikabarkan meninggal dalam keadaan positif Covid-19. Mereka adalah Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony dan Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin.

Tito meminta semua kepala daerah tidak pernah menyerah dalam melakukan tindakan terbaik untuk melindungi warganya dari covid-19. Kepala daerah menurut mantan kapolri tersebut memang punya tanggung jawab besar karena memegang mandat dan diamanahkan sumber daya untuk mampu menciptakan suasana yang aman bagi segenap warganya.

"Bagaimanapun juga kepala daerah punya tanggung jawab kepada rakyatnya yang sudah memberikan mandat. Sumber daya yang ada harus diberdayakan supaya //all out menangani covid ini," ucap Tito.

Selain tantangan pengendalian dengan memutus mata rantai penularan virus corona, menurut Tito, kepala daerah juga harus berpikir keras menjaga kestabilan perekonomian warganya. Pandemi virus corona yang mulai masuk ke Indonesia sejak Maret lalu telah melumpuhkan perekonnomian masyarakat. Sehingga para pemimpin harus memunculkan formula memancing perekonomian kembali bergairah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement