Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

5 Mutiara Tersembunyi Kisah Ashabul Kahfi Bagi Generasi Muda

Rabu 26 Aug 2020 05:14 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ani Nursalikah

5 Mutiara Tersembunyi Kisah Ashabul Kahfi Bagi Generasi Muda

5 Mutiara Tersembunyi Kisah Ashabul Kahfi Bagi Generasi Muda

Foto: Pixabay
Ashabul Kahfi mengajarkan tentang kuatnya iman kepada Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap Muslim tentu familiar dengan kisah tujuh pemuda yang bersembunyi di dalam gua guna menghindari kejaran raja lalim di Byzantium, Decianus. Saat itu mereka kabur karena mendapat tekanan akibat berkeyakinan Islam dan menyembah Allah SWT.

Mereka lari ke sebuah gua dan bersembunyi di dalamnya sambil berserah diri kepada Allah SWT. Mereka lantas tidur di dalam gua tersebut dan terbangun setelah berabad-abad lamanya. Saat itu, musuh hingga harta kekayaan mereka sudah tidak ada lagi.

Baca Juga

Seperti diwartakan About Islam, Sabtu (22/8) cerita tentang tujuh pemuda bangsawan itu tertuang dalam surat al kahfi dalam Alquran. Cerita itu dapat menjadi pelajaran menarik khususnya bagi generasi muda Muslim. Ada sejumlah pelajaran menarik yang tersirat dalam cerita Ashabul Kahfi.

Kisah tersebut menerangkan masa muda adalah waktu hidup yang cepat berlalu. Sedikit pemuda yang memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan, marginalisasi, dan penganiayaan dari teman sebaya. Begitu juga dari keluarga, sesepuh masyarakat, komunitas yang lebih luas dan pemimpin politik. Kaum muda sering kali tidak memiliki pengaruh atau kekuatan ekonomi untuk menangkal bahaya serius dalam hidup mereka.

Kisah tujuh pemuda memaparkan cerita menakjubkan tentang kuatnya iman mereka. Selanjutnya, Allah menganugerahi mereka ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan yang berat. Mereka menyerahkan keluarga, rumah, kekayaan, dan masa depan yang sejahtera, semuanya demi Allah.

Cerita itu sedikit banyak menjelaskan keyakinan yang kuat dapat menyebabkan perubahan sosial besar dan pergeseran paradigma yang terjadi pada tingkat sosial, komunal dan politik. Namun, perubahan tersebut terjadi seiring waktu sehingga jangan pernah meremehkan kekuatan iman yang benar dan tulus kepada Allah.

Allah menguji mereka yang Dia cintai. Tidak sedikit individu kehilangan semua hal yang dimiliki ketika mereka menyatakan keimanannya. Namun, jika dia lulus ujian maka keberkahan yang diberikan sebelumnya akan kembali ke kehidupan mereka bahkan dalam bentuk yang lebih baik.

Ketika seorang mukmin yang tulus melewati ujian maka ada imbalan yang diberikan dalam bentuk yang lain. Sebuah mukjizat bisa terjadi pada orang percaya terutama dalam hal perlindungan dari bahaya yang ditimbulkan oleh orang lain. Perlindungan semacam ini adalah hadiah spesial yang disimpan Allah untuk hamba-hamba-Nya yang istimewa.

Generasi muda saat ini juga harus memilih kesuksesan jangka panjang dalam agama daripada keuntungan duniawi yang bersifat sementara. Hal tersebut tersirat dalam cerita dimana akhirnya ketujuh pemuda itu mendapatkan "kemenangan" atas lawan mereka dengan iman yang utuh.

Banyak tiran bersukacita ketika mereka mendapatkan sesuatu dengan tidak adil. Namun, hukuman Allah turun secara perlahan tapi pasti. Hanya waktu yang menentukan siapa yang benar-benar menang. Dalam cerita itu, ketujuh pemuda merupakan sisi yang mendapat tawa terakhir.

Kisah itu juga mengajarkan agar umat tidak hanya fokus dalam mengejar status sosial hingga kekayaan agar dapat diterima masyarakat. Tidakan demikian mengartikan bahwa sebenarnya individu itu telah larut dalam agenda dan pola pikir yang terkurung.

Namun, Alquran mengajarkan setiap orang cara pandang sebaliknya. Bahkan gua pun bisa menjadi tempat berlindung bagi orang-orang beriman dan memiliki keberanian untuk berdiri di jalan Allah.

https://aboutislam.net/counseling/ask-about-islam/5-hidden-gems-in-surah-al-kahf-for-muslim-youth/

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA