Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Pencarian Info Kesehatan Mental Meningkat Saat Pandemi

Rabu 26 Aug 2020 01:37 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Membahagiakan diri sendiri membuat seseorang mudah mengatasi stres dan kecemasan, peningkatan motivasi, serta sistem imun yang lebih baik

Membahagiakan diri sendiri membuat seseorang mudah mengatasi stres dan kecemasan, peningkatan motivasi, serta sistem imun yang lebih baik

Foto: independent.co.uk
Kecemasan akut dan serangan panik pun meningkat saat pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian menyebut pencarian internet mengenai kesehatan mental meningkat saat pandemi. Berdasarkan informasi pencarian di Google, pandemi yang mengakibatkan banyak ketidakpastian termasuk ketidakpastian ekonomi, telah menjadi sumber stres bagi banyak orang.

Dilansir di laman ibtimes, Selasa (25/8), para peneliti dari Qualcomm Institute's Center for Data Driven Health di University of California San Diego telah mengumpulkan data pencarian internet dalam beberapa bulan terakhir selama pertengahan Maret dan pertengahan Mei. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association itu menyebut, berdasarkan informasi pencarian di internet itu, kecemasan akut dan serangan panik pun meningkat.

Para peneliti mengindikasikan lonjakan kecemasan tersebut terkait dengan pengumuman berita utama terkait virus tersebut. Para peneliti mencatat beberapa tanggal penting itu termasuk pada saat pedoman jarak sosial diterapkan.

Selanjutnya pada 3 April saat pemakaian masker wajah telah direkomendasikan oleh pakar kesehatan. Lonjakan lain yang tercatat pada 11 April menyusul ketika diumumkan bahwa Amerika Serikat telah melampaui jumlah kematian akibat virus corona Italia.

"Bagi beberapa orang, ketakutan memiliki efek buruk yang lebih besar pada kesehatan mereka daripada Covid," kata asisten profesor di San Diego State University dan penulis utama studi John Ayers.

Menurut dia, hasil pengumpulan informasi tersebut dapat membantu para pemangku kebijakan untuk mendengarkan dan berpikir secara holistik tentang biaya dari beberapa tindakan tersebut.

Beberapa frasa yang diteliti antara lain "serangan panik", "serangan kecemasan", "gejala serangan kecemasan", "tanda serangan kecemasan", dan "apakah saya mengalami serangan panik?"

"Secara praktis, selama 58 hari pertama pandemi Covid-19 diperkirakan ada 3,4 juta pencarian total terkait dengan kecemasan akut yang parah di Amerika Serikat,” kata Asisten profesor afiliasi Universitas Washington dan kolaborator studi Benjamin Althouse.

Sistem perawatan kesehatan dapat menggunakan data tersebut untuk menghasilkan metode intervensi guna mencegah meluasnya masalah kesehatan mental di kemudian hari. Para Spesialis memperingatkan mereka yang sudah rentan terhadap kecemasan akut dan serangan panik untuk menghindari kemungkinan pemicu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA