Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Petani di Lebak Minta Pemerintah Antisipasi Kekeringan

Selasa 25 Aug 2020 18:22 WIB

Red: Agung Sasongko

Petani menanam padi di kawasan persawahannya. (ilustrasi)

Petani menanam padi di kawasan persawahannya. (ilustrasi)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Umumnya petani menanam padi di areal persawahan tadah hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terancam kekeringan.

"Kami minta pemerintah setempat menyalurkan bantuan pompa guna menyelamatkan tanaman padi miliknya seluas satu hektare agar tidak menimbulkan gagal panen," kata Samian (55) seorang petani di Blok Cibungur Pasir Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa.

Baca Juga

Tanaman padi di wilayahnya rata-rata usia tanam 35 hari setelah tanam (HST) kini mulai kekeringan, karena debit Bendungan Cijoro relatif kecil sehingga tidak mampu mengaliri pasokan air.

Kemungkinan besar jika tiga pekan mendatang tidak turun hujan dipastikan batang tanaman padi mati dan terjadi gagal panen. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah setempat dapat membantu menyalurkan pompa untuk menyedot air dari Sungai Ciberang.

"Kami saat ini merasa bingung karena belum ada bantuan pompa untuk menyedot air agar tanaman padi bisa kembali tumbuh hijau dan menghasilkan produksi pangan," katanya menjelaskan.

Begitu juga Ahmad (50) seorang petani Blok Citundun Kecamatan Warunggungung Kabupaten Lebak mengaku bahwa tanaman padi miliknya seluas tujuh petak kini mulai kekeringan karena sejak tiga pekan tidak turun hujan.

Bahkan, petani di sini diperkirakan ratusan hektare tanaman padi mengalami kerugian cukup besar akibat kekeringan itu.

Selama ini, kata dia, umumnya petani menanam padi di areal persawahan tadah hujan dan jika kemarau dipastikan kesulitan untuk mendapatkan pasokan air.

"Kami berharap kekeringan itu bisa dibantu pompa sehingga bisa menyelamatkan tanaman padi hingga dipanen awal Oktober mendatang," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Distanbun Kabupaten Lebak Nana Mulyana mengatakan pihaknya saat ini tengah menginventarisasi data lokasi tanaman padi yang mengalami kekeringan.

Apakah, kekeringan itu terdapat potensi sumber air atau mereka tidak memiliki potensi sumber air.

Pihaknya menyalurkan bantuan pompa itu hanya persawahan yang memiliki sumber potensi air dan jika tidak terdapat sumber air dipastikan gagal panen.

"Kami dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan pompa untuk menyelamatkan tanaman padi agar bisa dipanen," katanya menjelaskan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA