Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Ridwan Kamil Kembali Bekerja Pasca Tes Relawan

Selasa 25 Aug 2020 16:39 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers usai menjalani rangkaian awal Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (25/8). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalani rangkaian awal Uji Klinis Vaksin Covid-19, yakni pemeriksaan kesehatan dan uji usap (swab test) sebelum menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers usai menjalani rangkaian awal Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (25/8). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalani rangkaian awal Uji Klinis Vaksin Covid-19, yakni pemeriksaan kesehatan dan uji usap (swab test) sebelum menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Nanti dalam perjalanan apabila ada gejala tertentu wajib dilaporkan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Pangdam/III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi memulai rangkaian sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Selasa (25/8). Dalam kunjungan tahap I tersebut, Ridwan Kamil melakukan pengecekan kesehatan fisik.

"Setelah ini kami tetap akan melakukan kegiatan seperti biasa. Tidak ada perubahan, tetap jaga jarak, tetap pakai masker, tetap mengimbau dan lain sebagainya," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Namun, menurut Emil, nanti dalam prosesnya kalau ada gejala-gejala tertentu harus segera dilaporkan. Saat ditanya apakah selama menunggu proses kedua ada arahan dari tim dokter untuk tidak melakukan aktivitas tertentu. "Jadi dari penjelasan pada dasarnya proses ini tidak mengubah gaya hidup sehari-hari. Jadi yang militer tetap dengan aktivitas militernya, yang saya aprak-aprakan (blusukan,red) sebagai gubernur gak masalah. Yang penting melaporkan saja," katanya. 

Menurutnya, kalau dalam proses ini punya gejala, nanti dokter yang akan memilah apakah ada gejala karena vaksin yang masuk ke tubuh atau  karena urusan lain. Makanya, penelitian ini harus ketat untuk menunjukan betul-betul dampaknya seperti apa. 

"Jadi saya tidak akan merubah apapun kecuali lebih introspeksi saja , menghindari pola-pola yang membuat saya sakit yang sebenarnya bukan karena vaksin tapi nanti malah tertuding pada vaksin, Jadi kitanya mawas diri saja," paparnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA