Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Bos Pelayaran Hari Ini

Selasa 25 Aug 2020 09:07 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Foto: Antara Foto/Galih Pradipta
Rekonstruksi tersebut akan diawali dengan adegan perencanaan pembunuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya akan menggelar rekontruksi kasus pembunuhan berencana terhadap bos perusahaan pelayaran berinisial S (51 tahun) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Reka ulang adegan tersebut nantinya dilaksanakan langsung di lokasi kejadian, Selasa (25/8) hari ini. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, rekonstruksi tersebut akan diawali dengan adegan perencanaan pembunuhan yang diduga didalangi oleh karyawan di perusahaan korban, yakni berinisial NL (34). "Pukul 09.00 WIB pelaksanaan rekontruksi adegan perencanaan pembunuhan yang akan dilaksanakan di Polda Metro Jaya," kata Yusri dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Setelah itu, sambung dia, polisi akan melanjutkan pelaksanaan rekontruksi di lokasi pembunuhan S yang terjadi di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hal ini untuk dapat diketahui peran masing-masing tersangka.

Baca Juga

"Rekontruksi dilanjutkan pukul 11.00 WIB di TKP pembunuhan," imbuhnya.

Polisi telah menangkap 12 tersangka yang terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap S. Para tersangka itu masing-masing berinisial NL, R alias MM, SY, DM alias M, SP, AJ, MR, DW alias D, R, RS, dan TH.

Otak pembunuhan berencana itu diduga pegawai di perusahaan korban yang berinisial NL. Perempuan itu bekerja di bagian keuangan perusahaan milik S.

Tersangka NL merencanakan aksi kejinya itu diduga lantaran sakit hati terhadap korban. Kepada polisi, NL mengaku kerap dimarahi oleh korban dan mendapatkan kata-kata yang dianggap melecehkan dirinya. 

Selain itu, korban juga sempat mengancam akan melaporkan tersangka NL kepada polisi. Sebab, korban menduga bahwa tersangka telah menggelapkan uang pajak milik perusahaan.

Karena itu, NL meminta tolong kepada suami sirinya, yakni R alias MM untuk menyewa pembunuh bayaran. Ia pun telah menyiapkan uang sebesar Rp 200 juta.

Pembunuhan terhadap S terjadi pada tanggal 13 Agustus 2020 di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian lantaran ditembak dari jarak dekat.

Satu tembakan mengenai punggung korban. Sedangkan dua tembakan lainnya mengenai kepala korban.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA