Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Ridwan Kamil tak Wajibkan Kepala Daerah Jadi Relawan Vaksin

Selasa 25 Aug 2020 06:44 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Friska Yolandha

 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Foto: Humas Pemprov Jabar
Ridwan Kamil mengaku melakukan sejumlah persiapan sebelum melakukan plasebo hari ini

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jadwal penyuntikan vaksin Covid-19 atau plasebo Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dilakukan hari ini, Selasa (25/8). Ridwan Kamil, akan memulai rangkaian  uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac tersebut.

Walaupun sebagai pimpinan Ridwan Kamil turut menjadi relawan, ia tak mengharuskan semua kepala daerah di 27 kabupaten/kota di Jabar melakukan hal serupa dengan dirinya yakni menjadi relawan. Menurutnya, ini murni karena pilihan sendiri.

"Urusan kesehatan ini kan pilihan. Tidak ada tupoksinya namanya juga relawan, relawan itu keikhlasan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Senin (24/8) malam.

Emil mengatakan, ia tak bisa mengirimkan surat atau imbauan pada semua bupati/wali kota di Jabar. Mengingat, pilihannya adalah kepala daerah yang mendekati laboratoriumnya. 

"Maka pilihannya hanya kepala daerah yang di Bandung Raya," katanya.

Saat ditanya kesiapan secara mental, Emil mengaku waswas karena belum pernah menjadi relawan vaksin. Namun setelah berbicara dengan Prof Kusnandi, ia menjadi lebih tenang.

"Sehingga sekarang tidak waswas tapi lebih pada persiapan fisik supaya pas dilakukan kondisinya prima. Jadi besok pagi mengawali pagi, saya olahraga dulu, tidur banyak juga," katanya.

Emil mengatakan, semua itu risiko yang harus diambil dirinya untuk meyakinkan masyarakat. Emil mengingat nasihat sang ibu yang mengatakan pemimpin harus berada di depan saat terjadi banyak kekhawatirab.

"Kalau saya tidak melakukan keputusan itu saya khawatir berkepanjangan spekulasi, berita bohong, hoaks, bahwa rakyat dikorbankan jadi kelinci percobaan," paparnya.

Dengan menjadi relawan, ia akan menjadi saksi terhadap keberhasilan atau kegagalan vaksin tersebut. Ia dapat pula memberikan testimoni secara langsung karena terlibat secara pribadi.

"Dan ini bagian dari bela negara, kalau ada perang tiba-tiba ada keputusan harus eksperiman semua orang harus bersemangat supaya menang perang karena ini ngetes alat senjata untuk melawan musuh," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA