Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Kedubes Rusia Geram dengan Aksi Austria

Senin 24 Aug 2020 21:47 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Mata-mata dan penyadapan arus data dan komunikasi (Ilustrasi)

Mata-mata dan penyadapan arus data dan komunikasi (Ilustrasi)

Foto: REPUBLIKA.CO.ID
Austria mengusir diplomat Rusia diduga terkait dengan spionase.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Austria mengusir seorang diplomat Rusia karena melanggar Konvensi Wina yang mengatur hak istimewa dan kekebalan diplomat.Pengusiran diduga terkait kasus spionase ekonomi.

Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Austria pada Senin "Perilakunya tidak sesuai dengan Konvensi Wina," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kasus tersebut, termasuk rincian yang dilaporkan di surat kabar Kronen Zeitung.

Kedutaan Besar Rusia menanggapi di Twitter. "Kami marah dengan keputusan yang tidak berdasar dari otoritas Austria, yang merusak hubungan yang konstruktif."

Kronen Zeitung mengatakan bahwa selama bertahun-tahun Rusia telah terlibat dalam kegiatan mata-mata pada sebuah perusahaan teknologi tinggi Austria dengan dukungan seorang warga Austria yang bekerja di perusahaan tersebut. Orang Austria itu menyerahkan diri dan mengidentifikasi orang Rusia itu sebagai mitranya. Surat kabar itu tidak mengidentifikasi perusahaan tersebut.

Pengusiran ini menarik perhatian di Austria mengingat negara itu lebih enggan daripada beberapa tetangganya di Barat untuk mengusir diplomat di masa lalu.
Austria menolak untuk bergabung dengan mayoritas negara-negara Uni Eropa yang mengusir utusan Rusia pada 2018 karena peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal di Inggris.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA