Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

WHO Sangat Hati-Hati Soal Terapi Plasma Penyintas Covid-19

Senin 24 Aug 2020 20:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Terapi plasma konvalesen, salah satu alternatif pengobatan pasien Covid-19.

Terapi plasma konvalesen, salah satu alternatif pengobatan pasien Covid-19.

Foto: Republika
WHO mengeluarkan pernyataan soal terapi plasma setelah AS izinkan terapi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin menyatakan bahwa pihaknya bersikap sangat berhati-hati dalam mendukung penggunaan plasma penyintas Covid-19 untuk mengobati orang yang sakit. WHO mengatakan, bukti bahwa plasma mampu menyembuhkan "berkualitas rendah", bahkan di saat Amerika Serikat mengeluarkan otorisasi darurat untuk terapi tersebut.

"Ada sejumlah uji klinis yang dilakukan di seluruh dunia yang mengamati dampak penggunaan plasma pasien yang sembuh dibandingkan dengan perawatan standar," kata Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO.

"Hanya sedikit dari mereka yang benar-benar melaporkan hasil sementara ... dan saat ini, kualitas bukti masih sangat rendah," katanya dalam konferensi pers.

photo
Terapi plasma konvalesen, salah satu alternatif pengobatan pasien Covid-19 - (Republika)
Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat, Ahad, mengatakan bahwa pihaknya mengizinkan penggunaan plasma darah dari penyintas Covid-19 sebagai pengobatan penyakit tersebut. Hal itu disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump menyalahkan FDA karena menghalangi peluncuran vaksin dan obat Covid-19 demi alasan politik.

Pengumuman "otorisasi penggunaan darurat" oleh FDA juga datang menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Trump akan dicalonkan untuk memimpin partainya kembali selama empat tahun.

Baca Juga

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA