Senin 24 Aug 2020 18:13 WIB

Kepala BPH Migas Ingatkan Pentingnya Budaya Otokritik

Budaya otokritik dan antisipatif sangat penting dalam meningkatkan kualitas kinerja

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengingatkan pentingnya budaya otokritik dan antisipatif dalam meningkatkan kualitas kerja BPH Migas.
Foto: BPH Migas
Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengingatkan pentingnya budaya otokritik dan antisipatif dalam meningkatkan kualitas kerja BPH Migas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BPH Migas M Fanshrullah Asa atau akrab disapa Ifan menyatakan budaya otokritik dan antisipatif sangat penting dalam meningkatkan kualitas kinerja BPH Migas. Dengan budaya tersebut BPH Migas tak hanya mampu menyerap anggaran dengan baik tapi juga mempertanggungjawabkannya.

Ifan mengungkapkan pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab sulitnya penyerapan anggaran BPH Migas. Namun dengan semangat aplikasi dari budaya otokritik dan antisipatif ini dapat menciptakan manajeman kinerja sistem Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time bound (SMART).

Baca Juga

"Ini agar setiap anggaran yang terserap tak hanya uang saja yang habis tapi juga bisa dipertanggungjawabkan secara outcome," kata Ifan dikutip dari laman resmi BPH Migas. Budaya otokritik merupakan sikap selalu mengkritik kinerja sendiri agar kualitas kerja terus berkembang.

BPH Migas telah melakukan pembahasan penyerapan anggaran BPH Migas beberapa waktu lalu. Masing-masing level eselon telah memaparkan hasil serapannya. BPH Migas juga telah melakukan penyusunan strategi untuk ke depannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement