Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Selain Ventilator, Ini Upaya Selamatkan Pasien Covid-19

Senin 24 Aug 2020 13:57 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolandha

Paru pasien Covid-19 di Northwestern Medicine di Chicago, Amerika Serikat sebelum menjalani transplantasi.

Paru pasien Covid-19 di Northwestern Medicine di Chicago, Amerika Serikat sebelum menjalani transplantasi.

Foto: Northwestern Medicine Via WebMD
RSUD dr Soetomo Surabaya merencanakan upaya transplantasi paru bagi pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya terus melakukan inovasi dalam upaya penyembuhan pasien Covid-19. Salah satunya yang kini direncanakan adalah upaya transplantasi paru-paru. Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi menyampaikan, metode ini diupayakan karena adanya beberapa jurnal internasional yang menuliskan efektivitasnya. Seperti di China dan Amerika. 

Joni melanjutkan, metode ini diupayakan berdasar hasil diskusi bersama tim kedokteran. Dimana banyak pasien dengan gejala berat yang mengalami gangguan nafas dan tidak dapat ditolong hanya menggunakan ventilator.

“Banyak pasien yang mengalmi acute respiratory distress syndrome (ARDS) yang tidak bisa ditolong ventilator, mungkin paru-paru sudah tidak berfungsi,” kata Joni di Surabaya, Senin (24/8).

Baca Juga

Secara teoritis, kata Joni, paru-paru pasien Covid-19 mengalami fibrosis sehingga tidak berfungsi kembali secara normal. Sehingga, untuk menggantinya diperlukan transplantasi dengan mengganti jaringan paru yang baru. Metode ini akan dicoba dilakukan karena sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyebuhkan pasien Covid-19.

“Kita terus berupaya, jadi memang sampai saat ini saya dapat informasi dari Direktur WHO di Asia Paisfik belum ada obat draft of choice,” ujarnya.

Joni optimistis upaya transplantasi paru-paru ini bisa dilaksanakan di RSUD dr Soetomo. Apalagi rumah sakit tersebut sudah memiliki pengalaman dalam transplantasi ginjal dan transplantasi liver. Problemnya, kata dia, adalah donornya yang susah.

"Kalau di China dan Amerika mudah mencari donor di kita (Indonesia) sulit. Ini butuh pemahaman masyarakat. Kita sudah pengalaman dalam transplan ginjal, kemudian liver, tinggal paru sedang kita kembangkan. Mudah-mudahan ini jadi modal baik dalam penanganan Covid-19,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA