Jumat 21 Aug 2020 22:34 WIB

Inilah Alasan Orang Percaya Diri Naik Pesawat Saat Pandemi

Tingkat pemahaman penumpang terhadap protokol kesehatan tinggi sehingga semua lancar

Rep: Rahayu Basuki/ Red: Hiru Muhammad
Kru pesawat dengan menggunakan alat pelindung wajah dan sarung tangan menyambut kedatangan penumpang di dalam pesawat, di Termina 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2020). Penggunaan alat pelindung diri tersebut merupakan kewajiban yang telah ditetapkan pemerintah dalam upaya memutus matarantai penyebaran COVID-19, yang juga menjadi bagian dari kampanye keselamatan berpergian dengan pesawat udara Safe Travel Campaign.
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Kru pesawat dengan menggunakan alat pelindung wajah dan sarung tangan menyambut kedatangan penumpang di dalam pesawat, di Termina 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2020). Penggunaan alat pelindung diri tersebut merupakan kewajiban yang telah ditetapkan pemerintah dalam upaya memutus matarantai penyebaran COVID-19, yang juga menjadi bagian dari kampanye keselamatan berpergian dengan pesawat udara Safe Travel Campaign.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) melakukan survei dan analisis terhadap penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Agustus 2020.  Saat ini penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta perlahan kembali pulih pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan dari survei tersebut terdapat empat alasan masyarakat kembali percaya diri naik pesawat. Terlebih, pada 20 Agustus 2020, frekuensi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta  tertinggi sejak masa pandemi COVID-19, yakni mencapi 530 penerbangan. 

Survei dilakukan menggunakan deepstick survei yang merupakan metode dengan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan informasi secara cepat mengenai isu tertentu dari 240 orang responden di Bandara Soekarno-Hatta yang dipilih secara acak. Responden tersebut berusia kurang dari 20 tahun hingga 49 tahun. 

“Hasil survei ini juga dapat menjadi tolok ukur mengenai sejauh kebutuhan dan pengetahuan traveler terhadap protokol kesehatan di bandara dan sektor penerbangan,” kata Awaluddind dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (21/8). 

Alasan pertama yakni sebanyak 51 persen responden paham dan 49 persen responden sangat paham terhadap protokol kesehatan. Tingkat pemahaman penumpang terhadap protokol kesehatan cukup tinggi sehingga membuat aktivitas di bandara berjalan lancar dan operasional penerbangan tidak terganggu. 

“Bandara Soekarno-Hatta memberlakukan protokol kesehatan di tengah pandemi pada saat keberangkatan dan kedatangan penumpang. Dengan memahami protokol, maka penumpang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan perjalanan,” jelas Awaluddin. 

Alasan kedua yaitu sebanyak 67 persen responden nyaman dan 26 persen sangat nyaman dengan layanan dan fasilitas di bandara. Saat pandemi, pengembangan layanan dan fasilitas Bandara Soekarno-Hatta fokus kepada jaga jarak fisik, health screening, touchless processing, facility cleanliness dan sanitizing, serta people protection. 

"Hal ini membuat 67 persen responden nyaman dan 26 persen sangat nyaman dengan layanan serta fasilitas di bandara. Sementara itu, ada satu persen responden yang masih merasa sangat tidak nyaman dan enam persen tidak nyaman," ungkap Awaluddin. 

Alasan ketiga yakni sebanyak 64 persen responden yakin dan 27 persen responden sangat yakin terhadap tingkat keamanan penerbangan. Sementara masih ada responden yang belum yakin sebesar sembilan persen. 

Alasan keempat yakni sebanyak 65 persen responden yakin dan 25 persem responden sangat yakin terhadap tingkat keamanan di pesawat. Sementara masih teradap responden yang tidak yakin sebesar sembilan persen dan sangat tidak yakin sebanyak satu persen. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement