Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Uni Emirat Arab akan Buka Kedutaan Besar di Tel Aviv Israel

Jumat 21 Aug 2020 07:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Balai Kota Tel Aviv diterangi dengan bendera Uni Emirat Arab dan Israel saat kedua negara mengumumkan akan menjalin hubungan diplomatik penuh, di Tel Aviv, Israel, Kamis (13/8/2020).

Balai Kota Tel Aviv diterangi dengan bendera Uni Emirat Arab dan Israel saat kedua negara mengumumkan akan menjalin hubungan diplomatik penuh, di Tel Aviv, Israel, Kamis (13/8/2020).

Foto: AP / Oded Balilty
Kedutaan besar UEA setelah normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL--Uni Emirat Arab (UEA) akan membuka kedutaan besar di Tel Aviv. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Anwar Gargash dalam video konferensi dengan lembaga think-tank Atlantic Council.

Gargash mengatakan ketika normalisasi hubungan diplomatik Israel-UEA ditandatangani pekan lalu. Maka berdasarkan konsensus kedua negara, Abu Dhabi akan memiliki kedutaan besar di Tel Aviv.

Baca Juga

"Kedutaan besar akan berada di Tel Aviv, ini sangat jelas," kata Gargash, seperti dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (21/8).

Gargash menjawab pertanyaan mengenai prestasi paling membanggakan dalam normalisasi hubungan dengan Israel. Menurutnya 'penghentian aneksasi tanah Palestina menjadi prestasi yang paling konkret' dan penegasan kembali komitmen UEA terhadap solusi dua negara.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia setuju untuk menunda pencaplokan Tepi Barat sebagai bagian dari perjanjian normalisasi hubungan. Tapi rencana itu tetap masih 'berada di atas meja' (dipertimbangkan).

Gargash mengatakan perjanjian normalisasi hubungan memiliki manfaat jangka panjang. "Tentu saja langkah ini akan menciptakan kesempatan, ekonomi kami lebih besar dari Israel, Israel memiliki kesempatan yang besar di sini," ujarnya.

Ia mengatakan perjanjian ini juga membuka jalan untuk pembelian pesawat jet F-35 dari Amerika Serikat (AS). UEA sudah lama mengajukan proposal pembelian pesawat tempur canggih tersebut.

"Pengajuan pertama kami enam tahun yang lalu, ini sesuatu yang terjadi di atas meja, pengajuan hukum kami sudah di atas meja," kata Gargash. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA