Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Konsumsi BBM di Wilayah Cirebon Mulai Normal

Kamis 20 Aug 2020 17:20 WIB

Red: Gita Amanda

Konsumsi BBM di wilayah Cirebon mulai normal,

Konsumsi BBM di wilayah Cirebon mulai normal,

Foto: Republika/Prayogi
Hingga pertengahan Agustus 2020 konsumsi BBM gasoline mencapai 109 persen

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Wilayah Cirebon, Jawa Barat, sudah mulai normal setelah sempat turun sampai 40 persen pada saat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa bulan lalu akibat wabah pandemi Covid-19.

"Untuk Wilayah Cirebon konsumsi BBM sudah mulai meningkat," kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III PT Pertamina Eko Kristiawan melalui pesan tertulis yang diterima di Cirebon, Kamis (20/8).

Eko mengatakan konsumsi masyarakat hingga pertengahan Agustus 2020 terhadap BBM jenis Gasoline yaitu Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo sudah mencapai 109 persen dari konsumsi normal. Di mana sebelum adanya pengumuman pandemi yaitu di Bulan Januari dan Februari 2020 atau normal konsumsi BBM jenis Gasoline di Wilayah Cirebon yang meliputi Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan per hari yaitu 1.700 Kilo Liter (KL).

"Sementara pada pertengahan Agustus ini sudah mencapai 1.900 KL per hari," ujarnya.

Sedangkan untuk konsumsi BBM jenis Gasoil yaitu Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex di Wilayah Cirebon kenaikannya mencapai 93 persen dari kondisi normal. Dia menambahkan bahwa kenaikan konsumsi BBM setelah diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terus menunjukkan tren positif.

Karena pada masa PSBB Jawa Barat, konsumsi BBM di Wilayah Cirebon mengalami penurunan yang sangat drastis, di mana pada waktu itu mencapai 40 persen dibanding normal. Dalam kondisi pandemi saat ini lanjut Eko, pihaknya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan.

"Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA