Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Film Pertama Harry Potter Raup Pendapatan 1 Miliar Dolar AS

Kamis 20 Aug 2020 13:46 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Salah satu adegan dalam film Harry Potter and the Sorcerer

Salah satu adegan dalam film Harry Potter and the Sorcerer

Foto: Warner Bros.
Film tersebut mencapai tonggak sejarah usai diputar ulang di China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone dirilis hampir dua dekade lalu. Meski begitu, film tersebut baru saja meraih pendapatan 1 miliar dolar AS atau Rp 14,7 triliun di box office globa.

Film pertama Harry Potter itu kini mencapai tonggak sejarah berkat rilis ulang 3D dan Imax di China. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone menempati posisi teratas di posisi box office di China pada akhir pekan lalu. Film itu mengumpulkan 13,6 juta dolar AS atau skeitar Rp 200 miliar dari 16 ribu layar.

Dilansir di Variety, sejauh ini film tersebut menghasilkan 1,001 miliar dolar AS. Pencapaian itu menjadikannya film kedua dari waralaba yang melewati angka 1 miliar dolar AS. Film Harry Potter and the Deathly Hallows-Part 2 yang merupakan bab terakhir dari saga itu menghasilkan 1,34 miliar dolar AS di seluruh dunia pada 2011. Secara total, film-film Harry Potter meraup 7,74 miliar dolar AS di box office.

"Kami sangat senang melihat Harry Potter and the Sorcerer’s Stone menyenangkan penonton generasi baru," kata Kepala Distribusi Internasional Warner Bros, Andrew Cripps, Rabu (19/8).

Popularitas film itu di kalangan penonton bioskop China membuktikan daya tarik dari cerita itu benar-benar abadi dan universal. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone pertama kali dirilis pada 2001 dan menjadi hit komersial besar-besaran.

Film itu menghasilkan 974 juta dolar AS dalam penjualan tiket selama penayangan awalnya. Film-film yang didasarkan dari novel JK Rowling itu memperkenalkan bintang muda Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint.

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone tidak diputar di bioskop China sampai Januari 2002, jauh sebelum China menjadi pasar bioskop terbesar kedua di dunia. Film tersebut mengumpulkan banyak pendapatan dari perilisan ulangnya dalam tiga hari terakhir dibandingkan selama penayangannya di bioskop 19 tahun lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA