Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Pemerintah Perlu Beri Stimulus ke Koperasi dan UMKM

Rabu 19 Aug 2020 22:44 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fuji Pratiwi

Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menunjukkan produk makanan olahan udang (ilustrasi). Pemerintah diharap memberikan stimulus agar UMKM dan koperasi bisa bertahan di tengah kondisi pandemi sekarang ini.

Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menunjukkan produk makanan olahan udang (ilustrasi). Pemerintah diharap memberikan stimulus agar UMKM dan koperasi bisa bertahan di tengah kondisi pandemi sekarang ini.

Foto: ANTARA/Rahmad
Banyak UMKM dan koperasi turun pendapatan hingga kekurangan modal.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM, Hempri Suyatna mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 sudah minus 5,32 persen. Hal itu tentu berdampak, terutama bagi UMKM dan koperasi.

Ia mengatakan, banyak UMKM dan koperasi yang mengalami penurunan pendapatan hingga kekurangan modal. Karenanya, pemerintah diharap memberikan stimulus agar UMKM dan koperasi bisa bertahan di tengah kondisi pandemi sekarang ini.

"Pemerintah perlu memberikan stimulus bagi sektor UMKM dan koperasi dalam melakukan pemulihan ekonomi lokal," kata Hempri dalam webinar bertajuk Ekonomi Rakyat di Pusaran Pandemi Covid-19, kemarin.

Baca Juga

Hempri menilai, banyak UMKM dan koperasi saat ini yang tidak cuma mengalami penurunan pendapatan, tapi sudah minus. Selain masalah likuiditas, banyak koperasi yang anggotanya kesulitan membayar iuran dan UMKM kekurangan modal.

Padahal, saat kondisi normal saja, UMKM hanya mendapat 10-15 persen dari omzet. Sektor yang masih mengalami pertumbuhan ada sektor pertanian 2,19 persen, informasi dan komunikasi 10,88 persen, dan jasa keuangan 1,03 persen.

Selain stimulus, pemerintah bisa memberikan pelatihan pengembangan kapasitas terkait manajemen krisis. Serta, meningkatkan daya beli masyarakat ke sektor UMKM dan mendukung digitalisasi koperasi.

"Sekitar 59 persen saat ini UMKM berubah ke penjualan daring selama pandemi," ujar Hempri.

Hempri berpendapat, UMKM sendiri perlu melakukan pengembangan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar dan mendapat jaminan sosial atau asuransi. Sedangkan, koperasi perlu revitalisasi yang diharap jadi wadah bagi pengembangan UMKM.

Selain itu, koperasi perlu mendorong penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas SDM. Serta, rebranding koperasi melalui pemanfaatan platform teknologi untuk pengembangan inovasi produk dan pelayanan. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA