Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Kementan: Penyaluran KUR Pertanian Tembus Rp 25 Triliun

Rabu 19 Aug 2020 15:39 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Seorang petani menata loncang yang baru dipanen di perladangan kawasan lereng gunung Sumbing Desa Sukomakmur, Kajoran, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (9/8). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian tembus Rp 25 triliun.

Seorang petani menata loncang yang baru dipanen di perladangan kawasan lereng gunung Sumbing Desa Sukomakmur, Kajoran, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (9/8). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian tembus Rp 25 triliun.

Foto: ANIS EFIZUDIN/ANTARA
Realisasi KUR pertanian mencapai 50 persen dari target 2020 sebanyak Rp 50 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian tembus Rp 25 triliun. Realisasi itu mencapai 50 persen dari target KUR pertanian 2020 sebanyak Rp 50 triliun.

"Ini satu lonjakan yang menurut kami bisa memacu sektor pertanian," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanian, Kementan, Musyafa dalam Webinar Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi, Rabu (19/8).

Ia mengatakan, terdapat peningkatan alokasi KUR sektor pertanian dari tahun lalu. Hal itu lantas memacu penggunaan KUR dari para petani untuk mengembangkan usahanya. Musyafa menyebut, pada semester I 2020 saja, KUR pertanian hanya tersalurkan Rp 10 triliun.

Baca Juga

Menurut dia, alokasi dan proses penyaluran KUR pertanian menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diharapkan dapat membantu sektor pertanian untuk terus optimal dalam melakukan kegiatan produksi.

"Ada juga program padat karya yang pada semester I 2020 sudah terealisasi Rp 646,56 miliar. Ini juga ikut mendorong pertumbuhan produk domestik bruto pertanian," katanya.

Tingginya penyaluran bantuan dari pemerintah itu, Musyafa menilai menjadi salah satu jawaban atas tingginya pertumbuhan PDB pertanian hingga kuartal II 2020. Sebagaimana diketahui, kontribusu sektor pertanian terhadap PDB pada kuartal II 2020 sebesar 15,46 persen. Angka itu, meningkat dibanding kuartal I 2020 yang sebesar 12,84 persen maupun dibanding kuartal II tahun 2019 sebesar 13,57 persen.

"Jadi adanya pertumbuhan tinggi itu tidak semata-mata karena ada pergeseran musim panen yang itu hanya tanaman pangan saja. Ada hortikultura, peternakan, perkebunan, jasa pertanian dan perburuhan sehingga tidak terkesan (naiknya kontribusi) hanya autopilot," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA