Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 10,3 Triliun

Rabu 19 Aug 2020 13:21 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 10,3 triliun pada semester I 2020.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 10,3 triliun pada semester I 2020.

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Fokus Bank Mandiri saat ini membantu pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 10,3 triliun pada semester I 2020. Angka ini turun 23,93 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan saat ini salah satu fokus penyaluran kredit perseroan adalah membantu para pelaku usaha terdampak covid-19. Langkah ini untuk mengembalikan kapasitas produksi yang sempat menurun akibat pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi yang diberlakukan sebagian besar wilayah Indonesia.

“Dengan telah dilonggarkannya kebijakan pembatasan ini, kami berharap apa yang kami lakukan dapat ikut memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia dan mengembalikan optimisme Bangsa Indonesia untuk bangkit dari krisis akibat pandemi coronavirus,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (19/8).

Baca Juga

Menurutnya perseroan berupaya memastikan strategi pertumbuhan yang konservatif melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dengan pencapaian rasio kredit bermasalah pada level 3,28 persen.

“Untuk mengantisipasi potensi ketidakpastian ekonomi ke depan, kami juga membangun pencadangan untuk memastikan terjaganya kualitas aset. Per Juni 2020, rasio coverage CKPN konsolidasi kami berada kisaran 195,5 persen,” ucapnya.

Meski meningkatkan pencadangan, Royke menjelaskan, perseroan memastikan likuiditas berada pada level yang aman dan mendorong ekspansi bisnis. Hal ini didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi sebesar 15,82 persen secara year on year menjadi Rp 976,6 triliun, komposisi dana murah sebesar 61,9 persen.

“Perseroan mampu menjaga aset konsolidasi sebesar Rp 1.359,4 triliun atau meningkat 10,02 persen,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA