Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Hari Pertama, Tercatat 133 Orang Tukar Uang Baru di Sumut

Rabu 19 Aug 2020 03:59 WIB

Red: Agung Sasongko

Warga menunjukkan uang baru pecahan Rp75.000 di Gedung Bank Indonesia, Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (18/8). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia dengan bentuk lembar pecahan Rp75.000. Foto: Abdan Syakura/Republika

Warga menunjukkan uang baru pecahan Rp75.000 di Gedung Bank Indonesia, Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (18/8). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia dengan bentuk lembar pecahan Rp75.000. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
BI menyediakan kuota pendaftar sebanyak 150 dalam satu hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyebutkan pada hari pertama peredaran uang peringatan kemerdekaan (UPK) Rp75.000 di Sumut tercatat 133 orang.

Sejak diluncurkan 17 Agustus, kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat, BI membuka pendaftaran lewat aplikasi Pintar bagi masyarakat yang ingin memiliki UPK.

BI menyediakan kuota pendaftar sebanyak 150 dalam satu hari.

Baca Juga

"Kalau satu hari pertama yang terdata 133 orang, itu artinya ada 17 orang yang batal menukar," kata Wiwiek Sisto Widayat.

Wiwiek menyebutkan data di aplikasi Pintar jumlah yang mendaftar hingga 3 September 2020 sudah penuh.

"Akan tetapi, apakah nantinya yang datang sesuai dengan pendaftar, belum bisa dipastikan," ujar Wiwiek.

Ia mengatakan bahwa Sumut akan mendapatkan 3,6 juta bilyet yang akan disalurkan melalui tiga kantor perwakilan BI, yakni Medan 2 juta bilyet, Pematangsiantar 900.000 bilyet, dan 700.000 bilyet melalui Kantor Perwakilan BI Sibolga.

Menurut Wiwiek, masing-masing kuota itu juga akan disalurkan melalui lima bank yang sudah ditetapkan.

Dalam menukarkan uang itu, BI berharap agar uang yang ditukarkan masyarakat adalah uang yang sudah lusuh.

Hal itu, kata dia, akan membantu BI dalam menarik uang lusuh dari masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA