Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

BNI Telah Restrukturisasi Kredit Rp 119,3 Triliun

Selasa 18 Aug 2020 20:52 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

BNI

BNI

Foto: ,
Pemberian restrukturisasi kredit diharapkan dapat meringankan beban debitur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk telah memberikan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak Covid-19 sebesar Rp 119,3 triliun atau 21,9 persen dari total kredit hingga Juni 2020. Adapun pemberian restrukturisasi kredit diharapkan dapat meringankan beban debitur dalam melewati krisis akibat pandemi Covid-19, sehingga bisnis debitur dapat kembali ke arah yang lebih baik.

Direktur Keuangan BNI Sigit Prastowo mengatakan perseroan secara aktif melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang berkinerja baik namun bisnisnya terdampak Covid-19. Langkah ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

“Sejalan dengan program restrukturisasi tersebut, kami memilih memupuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Pada semester pertama 2020, coverage ratio sebesar 214,1 persen, jauh lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 156,5 persen. Meningkatnya pencadangan kerugian ini merupakan bentuk antisipasi risiko penurunan kualitas aset masa depan,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (18/8).

Ke depan perseroan berupaya mencermati perkembangan dari pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap perekonomian global maupun domestik. Menurutnya masih sulit untuk memprediksi kapan Covid-19 akan berakhir, mengingat penularannya masih terus terjadi dan belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

“Kami telah menggariskan beberapa kebijakan strategis yang selaras dengan fase adaptasi kebiasaan baru, yaitu memastikan operasional perusahaan adaptif, menumbuhkan bisnis secara prudent dan menjaga likuiditas yang sehat dan mendorong pertumbuhan CASA yang berkelanjutan, serta tetap fokus pada upaya menjaga kualitas aset,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA