Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Ribuan Tentara AS akan Dialihkan dari Jerman ke Polandia

Selasa 18 Aug 2020 14:51 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Tentara Amerika Serikat (ilustrasi)

Tentara Amerika Serikat (ilustrasi)

Foto: Reuters/Carlo Allegri
Presiden Donald Trump mengeluhkan anggaran pertahanan NATO dengan Jerman

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Amerika Serikat (AS) dan Polandia telah menandatangani Enhanced Defense Cooperation Agreement pada akhir pekan lalu. Kesepakatan itu akan membuka jalan bagi Washington untuk mengerahkan pasukannya dari Jerman ke Polandia.

"Ini akan menjadi jaminan luas: jaminan bahwa jika ada ancaman, tentara kami akan bergandengan tangan. Ini juga akan berfungsi untuk meningkatkan keamanan negara-negara lain di bagian Eropa," ujar Presiden Polandia Andrej Duda, dilaporkan laman Euronews pada Ahad (16/8).

Menurut Duda, kesepakatan itu juga akan memajukan aspek lain dari kerja sama AS-Polandia, termasuk investasi dan perdagangan. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo selaku tokoh yang diutus untuk menandatangani perjanjian menyatakan kesepakatan tersebut merupakan langkah strategis penting bagi AS.

Baca Juga

Menteri Luar Negeri Polandia Jacek Czaputowicz mengutarakan hal senada. "Kehadiran pasukan Amerika di Polandia meningkatkan potensi pencegahan kami karena kami lebih dekat dengan potensi sumber konflik," ujarnya.

Kesepakatan dengan Polandia tercapai setelah AS mengumumkan rencana untuk menarik hampir 12 ribu pasukannya dari Jerman. Sekitar 5.400 di antaranya akan dikerahkan ke tempat lain di Eropa, termasuk Polandia. Sementara 6.400 lainnya dipulangkan. AS sebenarnya telah memiliki sekitar 4.500 pasukan yang berbasis di Polandia. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah sebanyak seribu personel.

Presiden AS Donald Trump telah lama mengeluhkan anggaran belanja pertahanan Jerman untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang tidak mencapai ketentuan sebesar dua persen dari produk domestik bruto-nya. Trump menuding Jerman mengambil keuntungan dari AS.

Pada 1952 The US European Command dibentuk. Saat puncak Perang Dingin terdapat lebih dari 400 ribu tentara AS ditempatkan di Eropa. Sejak Uni Soviet runtuh, Washington mulai menarik pasukannya dari Benua Biru secara bertahap.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA