Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Penang Larang Kedatangan Pasien Asing

Senin 17 Aug 2020 16:04 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Negara bagian utara Malaysia, Penang melarang pendatang dari luar negeri yang mencari perawatan medis terkait virus corona. Pihak berwenang memperketat pembatasan pergerakan di beberapa bagian pulau selama akhir pekan, karena muncul kasus baru virus corona.

Negara bagian utara Malaysia, Penang melarang pendatang dari luar negeri yang mencari perawatan medis terkait virus corona. Pihak berwenang memperketat pembatasan pergerakan di beberapa bagian pulau selama akhir pekan, karena muncul kasus baru virus corona.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pemerintah Penang menyayangkan kedatangan pasien yang 'tiba-tiba' untuk berobat.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Negara bagian utara Malaysia, Penang melarang pendatang dari luar negeri yang mencari perawatan medis terkait virus corona. Pihak berwenang memperketat pembatasan pergerakan di beberapa bagian pulau selama akhir pekan, karena muncul kasus baru virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Penang mengatakan, tiga pasien asal Indonesia telah tiba dengan penerbangan khsusus pada Jumat (13/8) untuk menjalani perawatan medis. Ketiga pasien dirawat di sebuah rumah sakit swasta, dengan dua pasien kanker dan satu pasien membutuhkan perawatan segara.

Baca Juga

"Pemerintah negara bagian sangat menyesalkan tidak diberitahu tentang kedatangan pasien yang 'tiba-tiba'," kata Kepala Menteri Chow Kon Yeow.

Pemerintah Penang belum mengungkapkan apakah ketiga pasien itu dinyatakan positif virus corona. Namun, otoritas Penang telah diminta untuk mengikuti semua prosedur operasional standar.

Air Asia mengatakan, pihaknya telah menerbangkan pesawat carter medis pertama dari Medan ke Penang pada Jumat lalu. Penerbangan carter dari Jakarta yang dijadwalkan pada Senin pekan depan.

Otoritas Penang juga telah memerintahkan semua instansi yang terkait dengan perawatan kesehatan untuk memberikan notifikasi dan informasi. Asia Tenggara mencatat jumlah kasus mencapai 9.200. Rizky Jaramaya

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA