Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Bantul akan Pasang Papan Peringatan Bahaya di Objek Wisata

Jumat 14 Aug 2020 10:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bantul akan Pasang Papan Peringatan Bahaya di Objek Wisata. Tim SAR gabungan Bantul mencari korban tenggelam di Pantai Goa Cemara, Sanden, Bantul, Yogyakarta.

Bantul akan Pasang Papan Peringatan Bahaya di Objek Wisata. Tim SAR gabungan Bantul mencari korban tenggelam di Pantai Goa Cemara, Sanden, Bantul, Yogyakarta.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Objek wisata di Bantul membutuhkan sarana pengamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengkoordinasikan pemasangan papan peringatan bahaya atau imbauan terkait potensi bahaya yang ada di objek wisata.

"Akan kami tingkatkan sosialisasi potensi bahaya, kita sudah putuskan segera usulkan anggaran untuk penambahan papan imbauan atau larangan terkait dengan risiko bahaya," Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Kamis (13/8).

Baca Juga

Dia mengatakan, pemasangan papan peringatan terkait risiko bahaya di tempat wisata perlu dikoordinasikan dengan pihak pengamanan maupun pengelola wisata.

"Seperti di pantai selatan itu mungkin kejadian lakalaut (kecelakaan laut) yang paling potensi, tetapi di kawasan wisata jurang, tebing dan sebagainya juga kita koordinasikan pemasangan papan terkait dengan bahaya potensi bahaya apa pun," katanya.

Dia mengatakan, di kawasan sungai yang saat ini berkembang menjadi tempat wisata jika membutuhkan sarana pengamanan seperti pelampung, akan disiapkan sehingga nanti bisa digunakan saat dibutuhkan.

"Tentunya sudah kita siapkan, namun secara prinsip untuk keamanan yang diupayakan pemda sudah sesuai standar, tetapi kalau dirasa kurang tentu akan kita perbaiki," katanya.

Sedangkan terkait dengan personel Pencarian dan Pertolongan (SAR), dia mengatakan, saat ini sudah berada di bawah kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sehingga yang berkaitan dengan kebutuhan personel di setiap objek wisata merupakan analisa Satpol PP, dan Dinas Pariwisata lebih bersifat koordinatif.

"Sehingga terkait rencana operasi lalu apakah perlu ditambah atau tidak ini tentu harapannya Satpol PP mempunyai program mendeteksi antisipasi itu, karena SOP pengamanan itu juga menentukan jumlah, sehingga saya tidak bisa memastikan kenapa di tempat wisata ini sedikit sementara di tempat lain banyak," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA