Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Jabar Peringkat Pertama Realisasi Investasi PMA

Jumat 14 Aug 2020 05:12 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.Kang Emil menyebut realisasi investasi PMA akan berdampak terbukanya lapangan kerja

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.Kang Emil menyebut realisasi investasi PMA akan berdampak terbukanya lapangan kerja

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kang Emil menyebut realisasi investasi PMA akan berdampak terbukanya lapangan kerja

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi primadona investasi selama paruh pertama tahun 2020 sehingga Gubernur Jabar M Ridwan Kamil berharap pemerintah pusat memberikan kemudahan investasi, terutama dari negara lain untuk masuk ke wilayah tersebut.

"Pemerintah pusat harus memberikan kemudahan investasi, terutama dari negara lain untuk masuk. Dengan demikian akan mendorong perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja," kata Ridwan Kamil, Kamis (13/8).

Berdasarkan data BKPM, Provinsi Jawa Barat menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 57,9 triliun dan investasi tersebut juga berdampak kepada serapan tenaga kerja di Jawa Barat.

Ridwan Kami memprediksi akan ada 60 ribu lowongan pekerjaan yang hadir sebagai kompensasi hilangnya pekerjaan karena pandemi COVID-19. Ia mengatakan hadirnya investasi di Jawa Barat merupakan realisasi dari komitmen investasi yang datang ketika safari bisnis tahun lalu ke negara-negara sumber investasi, selain harus secara proaktif untuk menindaklanjuti komitmen yang ada.

Ridwan Kamil berharap adanya harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menarik investasi."Saya yakin kalau ini berhasil, ekonomi di Jawa Barat bisa melompat dan kalau bisa meningkat tentu akan mengerek naik pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia.

Ia menegaskan bahwa menarik investasi asing tidak semudah membalikkan telapak tangan karena Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain.

Oleh karenanya perlu kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, misalnya pemerintah pusat memberikan insentif fiskal, sedangkan pemerintah daerah memberikan kemudahan seperti lahan dan tenaga kerja. Dengan demikian investasi yang masuk akan mendorong perekonomian dan menyerap banyak tenaga kerja.

Ridwan Kamil mengaku ada beberapa wilayah di Jawa Barat yang juga turut menjadi tujuan investasi asing, antara lain Karawang, Cikarang, dan Bekasi.

“Target Jabar untuk investasi masuk tahun ini adalah sebesar Rp107 triliun untuk seluruh tahun 2020. Untuk memenuhi target itu, kami akan melakukan strategi jemput bola ke investor dari negara-negara lain,” katanya.

Sementara itu Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengapresiasi upaya pemerintah Jawa Barat dalam menjemput investasi untuk bisa direalisasikan di daerahnya.

“Komitmen Pemprov Jawa Barat di bawah nahkoda Kang Emil investasi itu penting. Pemimpin pro investasi adalah pemimpin masa sekarang dan masa depan,” katanya.

Ia mengakui terjadinya penurunan realisasi investasi sepanjang kuartal dua tahun 2020 sebesar 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan realisasi investasi yang cukup dalam sebesar 8,9 persen juga terjadi jika dibandingkan kuartal satu tahun 2020. Pada kuartal dua tahun 2020 PMA mencapai Rp97,6 triliun dan PMDN pada kuartal II 2020 tercatat sebesar Rp 94,3 triliun.

"Capaian ini sudah lebih rendah dari ekspektasi BKPM, karena kami targetkan sekitar Rp 200 triliun (kuartal II)," ujar Bahlil Lahadalia.

Menyikapi hal ini, Bahlil bertindak proaktif mengejar investor yang telah menyatakan komitmennya dan berkomunikasi dengan mereka untuk mengetahui hambatan yang dihadapi investor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA