Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Penanganan Pasien Covid-19 Tasikmalaya Difokuskan di RSUD

Kamis 13 Aug 2020 17:45 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

Foto: istimewa
Penanganan pasien Covid-19 difokuskan di RSUD dr Soekardjo.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya saat ini memfokuskan penanganan pasien Covid-19 di RSUD dr Soekardjo. Sejumlah rumah sakit swasta yang sebelumnya diperbantukan tak lagi melayani penanganan pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, tak lagi diperbantukannya sejumlah rumah sakit swasta untuk menangani pasien Covid-19 dikarenakan saat ini kasus penularan di wilayah itu relatif terkendali. Karena itu, penanganan pasien yang harus diisolasi di rumah sakit dipusatkan di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

"Sampai hari ini RSUD dr Soekardjo masih bisa menampung, karena penambahan pasien positifnya juga terkendali. Mudah-mudahan tak ada penambahan lagi," kata dia saat dihubungi Republika, Kamis (13/8).

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekira 13 kasur untuk penanganan pasien Covid-19 di RSUD dr Soekardjo. Sementara di seluruh puskesmas di Kota Tasikamalaya, tersedia 13 tempat tidur untuk penanganan Covid-19. Artinya, saat ini total terdapat sekira 26 tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19 yang aktif.

Angka itu disebut masih mencukupi. Sebab, menurut dia, sampai saat ini penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 relatif masih dalam ambang yang dapat ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya tak hanya dirawat di RSUD dr Soekardjo, melainkan juga sejumlah rumah sakit swasta, salah satunya Rumah Sakit Islan Yarsih. Namun, sejak 10 Agustus pelayanan untuk pasien Covid-19 di rumah sakit itu sementara dihentikan.

"Dulu dibuka ruang isolasi darurat di sana karena memang RSUD belum memiliki banyak ruangan isolasi. Sekarang sudah ada penambahan ruangan, sudah cukup mumpuni kalau terjadi lonjakan. Kalau nanti dibutuhkan, mudah-mudahan tidak, kita akan buka lagi isolasi darurat di rumah sakit swasta," kata dia.

Uus menambahkan, ruangan isolasi darurat di rumah sakit swasta itu dihentikan karena pihaknya juga harus menghitung efisiensi keuangan. Agar pelayanan juga bisa efisien, saat ini perawatan pasien Covid-19 hanya  dipusatkan di RSUD dr Soekardjo.

Berdasarkan data per Kamis pagi, secara akumulatif terdapat total 38 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 34 orang dinyatakan sembuh, dua orang masih menjalani perawatan, dan dua orang meninggal dunia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA