Rabu 12 Aug 2020 19:15 WIB

Pemerintah Lambat Teliti Vaksin, Covid-19 Belum Berakhir

Jumlah orang positif covid-19 semakin meningkat.

Ilustrasi Vaksin Covid-19
Foto: Data Republika
Ilustrasi Vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 masih belum berakhir. Bahkan, jumlah orang positif terinfeksi makin hari makin meningkat. Maka, dibutuhkan upaya maksimal dalam menanggani virus ini.

Bertambahnya kasus virus Covid-19 bisa diakibatkan dilonggarkannya PSBB dan adanya normal baru sehingga masyarakat beraktivitas kembali. Padahal, hal tersebut bisa memicu bertambahnya kasus Covid-19.

Pemerintah masih terlihat lamban dalam menggerakkan para pakar di bidang tersebut untuk meneliti vaksin yang bisa digunakan dalam mengobati Covid-19.

Tidak hanya itu, masyarakat juga masih abai dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, dan lain-lain. Maka, butuh upaya lebih serius lagi untuk menangani Covid-19.

PENGIRIM: Fadila, Manokwari, Papua Barat

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023. Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya
di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke [email protected].
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement